Sabtu, 21 September 2013

Uji Mimis Lokal Bagian 4: Uji Akurasi Indoor

Pada posting sebelumnya dalam seri Uji Mimis Lokal ini saya sudah melaporkan catatan saya tentang:
Bagian 1: Harga, Berat dan Dimensi
Bagian 2: Profil dan Kemasan
Bagian 3: Uji Kekerasan Relatif Materi

Pada posting kali ini saya akan melaporkan observasi saya terhadap akurasi mimis profil dome buatan Indonesia yang saya miliki. Jujur bukan sekali ini saya menggunakan mimis buatan dalam negeri. Sebelumnya saya telah menggunakan beberapa merk mimis lokal pada senapan saya. Dan bisa saya katakan hasilnya mengecewakan pada saat itu. Saya tidak akan menyebutkan merk dan jenis mimis apa yang telah saya gunakan demi azas keadilan. Namun melalui posting kali ini semua mimis tersebut akan saya uji (lagi) dengan metoda yang sama.
Untuk pengujian akurasi ini saya melakukan pengujian dua tingkat. Pada tingkat pertama saya melakukan pengujian indoor jarak dekat, sedangkan pada posting berikutnya saya akan lakukan pengujian outdoor jarak jauh (20 m).
Pengujian dalam ruangan kali ini saya lakukan dengan jarak 7.5 m dari ujung laras ke kertas sasaran. Saya menggunakan senapan Sharp Ace dengan melakukan 5 kali tembakan untuk membentuk 5-shot-group. Setiap kali tembakan saya pompa sebanyak 4 kali. Saya menembak dengan menggunakan sandaran (bench rest). Untuk membantu saya membidik, saya menggunakan teleskop replika Leapers 6-24X50 AOL. Tujuan saya pada pengujian ini adalah untuk melakukan eliminasi pada mimis yang tidak dapat membentuk grouping. Ukuran target sendiri adalah 10x10 cm. Walaupun kali ini saya tidak menentukan titik tumbukan (point of impact, POI) tepat di tengah, namun asumsi saya bila pada jarak dekat sebuah produk mimis tidak dapat membentuk grouping yang rapat maka mengujinya pada skala lebih besar hanya akan merepotkan. Jadi isu akurasi tidak terlalu ditekankan pada uji kali ini. 
Pada awal pengujian dan akhir pengujian saya melakukan kontrol senapan dengan menembakkan mimis yang sudah diketahui akurasinya sangat baik yaitu JSB Exact RS dan RWS Superdome. Hal ini untuk  menyingkirkan isu kontaminasi laras akibat menembak terlalu banyak mimis.

Gambar 1. Pada awal pengujian saya menggunakan JSB Exact RS untuk menetapkan titik tumbukan (point of impact, POI). Mengetahui di mana POI akan membantu saya menentukan titik bidik pada mimis lain yang memiliki berat yang berbeda. Diharapkan semua mimis yang saya uji berada tidak jauh pada titik tengah sasaran (bull's eye).

Gambar 2. Pada akhir pengujian saya menggunakan RWS Superdome untuk memastikan kondisi laras pada akhir pengujian tidak terganggu sehingga hasil pengujian dapat dianggap valid. Mimis ini saya gunakan karena saya telah memiliki banyak data yang menunjukkan bahwa mimis ini akurat dan cocok dengan laras senapan saya.


Hasil
Hasil pengukuran diameter grouping saya tampilkan pada tabel di bawah ini. Selamat menikmati.


Setiap mimis yang tidak dapat membuat group dalam area 10x10 cm tersebut tidak saya hitung ukuran grouping-nya. Sehingga berikutnya tidak akan saya masukkan dalam pengujian di luar ruangan.
Inilah laporan foto dari masing-masing group mimis yang saya uji. Untuk yang tidak lolos kualifikasi tidak perlu saya masukkan untuk menghemat ukuran posting ini.

Gambar 3. BWS MD.

Gambar 4. BWS Master Dome. Group terbaik yang saya dapatkan dari mimis lokal.

Gambar 5. Sharp Ram Jet. Pengalaman saya  menggunakan mimis wadcutter-nya mendapatkan hasil grouping yang mirip. 

Gambar 6. Elephant Black Sniper.

Gambar 7. Elephant Match Maximum. Membentuk 2 group yang masiing-masing cukup rapat.

Gambar 8. Monster Dome.

Gambar 9. Target. Mimis jagoan saya tidak bisa bicara banyak saat ini. Semoga pada pengujian berikutnya lebih bisa bersinar.

Gambar 10. Beeman Super X. Group yang cantik dan mengejutkan. Tapi ternyata tidak mengejutkan kalau mengetikkan kata "beeman super x" di search engine.

Kesimpulan
Tidak semua mimis buatan Indonesia yang saya uji dapat membentuk grouping pada jarak sangat dekat (7.5 m). Namun dari beberapa mimis yang saya uji dapat melampaui ekspektasi saya. Walaupun terlalu dini untuk membuat kesimpulan sampai saya melakukan pengujian skala penuh, tampaknya ada mimis buatan dalam negeri yang cukup menjanjikan untuk dijadikan pengganti dalam urusan tembak target bagi senapan angin saya. Sekali lagi perlu diingat, tidak semua senapan akan sependapat dengan hasil yang saya peroleh.
Pada posting berikutnya akan saya laporkan hasil pengujian saya pada jarak yang lebih jauh, mungkin 15 sampai 20 m. Tapi observasi saya harus menunggu sampai kondisi senapan saya pulih dan dapat melontarkan mimis ini pada kecepatan di atas 700-an fps. Walaupun pada mimis impor yang saya pakai kecepatan tidak menjadi masalah, namun semoga hasil yang nanti saya peroleh bisa menjadi acuan bagi kebanyakan senapan angin di tanah air. Pada beberapa forum ada beberapa pengujian yang serupa dengan yang saya lakukan. Pembelajaran komparatif dapat membantu keputusan kita untuk memilih mimis yang tepat. Karena kata murah bagi saya belum tentu murah buat yang lain.
Terbuka untuk pertanyaan dan masukkan. Semoga berguna.
Poskan Komentar