Kamis, 19 September 2013

Bramasta Antariksa: Senapan Angin Pertama Saya

Ya, Senapan angin pertama saya. Diperlakukan seperti anak tiri setelah saya mendapatkan senapan angin serius saya yaitu Sharp Ace. Umur pakainya bisa dikatakan sangat singkat, hanya kira-kira 1 bulan. Sempat saya gunakan beberapa kali untuk mengusir (padahal niatan awalnya adalah membasmi) kelelawar di garasi rumah saya. Lalu terpaksa saya korbankan sebagai bahan percobaan untuk setiap usaha saya dalam merestorasi maupun memodifikasi  Sharp Ace.
Pada postingan ini saya akan mencoba membuat catatan pengalaman saya menggunakan senapan ini. Saya merasa terdorong untuk membuat ulasan melalui blog saya karena sangat sulit untuk mendapatkan referensi mengenai senapan ini. Bahkan produsen senapan ini pun tidak memberikan spesifikasi yang jelas mengenai senapan ini.




Ceritanya saya membutuhkan alat untuk mengatasi hama kelelawar di rumah saya. Kelelawar ini kotorannya sangat merusak buat cat mobil kami. Setelah coba diusir dengan galah dan ketapel, rupanya mereka berkeras untuk kembali. Jadilah abang saya datang dengan ide untuk menembak kelelawar itu saja. Saya yang tidak punya pengalaman dalam dunia senapan angin lalu berangkat ke Cipacing. Dengan tidak tahu senapan apa yang saya cari, order cukup saya sampaikan secara tegas dan sederhana. "Saya mau senapan angin yang murah dan tidak merepotkan!" Jadilah saya pulang dengan membawa pulang senapan Bramasta Antariksa ini beserta sekotak mimis Sharp Wadcutter.

Sesampainya di rumah baru saya melakukan riset. Ternyata saya baru tahu bahwa senapan ini cukup populer dan diproduksinya di Kediri oleh suatu perusahaan yang sudah terdaftar. Suatu nilai lebih untuk senapan ini, walaupun saya tidak menemukan adanya nomor seri apapun pada senapan ini. Bramasta Antariksa adalaah salah satu dari jajaran produksi keluaran awal perusahaan ini bersama Bramasta Super, Bramasta Nobby, dan Bramasta Commando Long. Selebihnya, tidak ada informasi tambahan lain yang menjelaskan mengenai profil maupun keunggulan senapan ini. Saya yang tidak punya pengalaman dan akses ke komunitas senapan angin apapun sehingga akhirnya harus mengira-ngira mengenai senapan ini.

Profil

Senapan angin pertama saya.  Dibaptiskan dengan nama Si Bucat setelah berhasil menjatuhkan salah satu dan satu-satunya kelelawar. Setelah itu senapan ini saya bongkar.

Nama: Bramasta Antariksa.
Produsen: Bramasta
Asal: Pare, Kediri - Jawa Timur
Jenis: Multi-pump Pneumatic (Uklik)
Panjang Total: 88cm.
Berat Kosong: N/A.
Laras:
- Panjang: 50 cm.
- Diameter Luar: 8 mm.
- Bahan: kuningan.
- Rifling: ada, 8 alur.
Pisir:
- Pisir depan: ada, fixed.
- Pisir belakang: ada, adjustable.
Pemasangan Peredam: mendukung.
Pemasangan Teleskop: mendukung, dovetail 11 mm.
Picu:
- Bahan: duralumunium.
- Mekanisme: dumping.
Popor:
-Bahan: kayu.
-Bantalan bahu: tidak ada.
Fitur Pengaman: ada, manual.

Menggunakan Bramasta Antariksa
Sulit buat saya untuk memulai deskripsi senapan ini. Kesan pertama yang saya ingat adalah kecil dan ringan, namun berat untuk dipompa. Ya, senapan ini adalah senapan jenis multi-pump pneumatic. Yang artinya untuk mendapatkan energinya, senapan ini mengandalkan pelepasan udara yang dimampatkan melalui proses pompa berkali-kali pada unit pompa internalnya.
Senapan ini dikemas dalam kotak karton dalam kondisi terpisah antara bagian utama dan bagian popor-nya. Kedua bagian senapan ini dihubungkan dengan sebuah baut yang terletak pada bagian depan pengaman picu. Dalam paket penjualan disertakan juga sebuah seal piston pompa sebagai cadangan.
Rasanya tidak adil buat saya untuk menilai kualitas dan kerapihan hasil akhir senapan yang saya ulas. Alasannya adalah saya adalah pemula yang tidak punya jejak rekaman tentang bagaimana seharusnya finishing senapan yang baik. Menurut saya, kata bagus adalah relatif sehingga harus ada hal buruk sebagai pembandingnya. Pada senapan ini finishing menggunakan dua kali proses, pertama kali senapan di-krom (chrom) lalu kemudian dilakukan bluing (bronir). Yang saya sukai dari senapan ini adalah desainnya yang minimalis dan fungsional. Tidak ada ukir-ukiran berlebihan pada popor kayunya walaupun akibatnya tangan saya yang mudah berkeringat sering tergelincir saat memompa.
Harus agak berhati-hati dalam memompa senapan ini karena ukuran gagang pompanya yang kecil. Kombinasi usaha pompa yang keras dan gagang yang kecil berisiko mengorbankan jari anda. Percayalah, saya dan teman saya sudah pernah merasakan jepitannya
Senapan ini sudah dilengkapi dengan pisir untuk menembak tanpa teleskop (open sight). Pisir belakangnya berbentuk huruf "U" dan dapat diatur ketinggiannya maupun digeser ke samping. Tidak sulit melakukan pengaturan pisir ini dengan menggunakan obeng bermata minus. Bahkan mungkin terlalu mudah sehingga bila kurang kuat dapat bergeser terutama pada arah horisontal (windage). Pisir depan dipatri pada bagian laras dan berbentuk huruf "I".

Baut penahan grendel kritis fungsinya. Pastikan cukup rapat namun tidak terlalu rapat supaya grendel bisa digeser dengan mudah.

Bagi yang menggunakan teleskop, tidak sulit untuk memasang teleskop pada senapan ini karena Bramasta telah menyediakan rel berbentuk dovetail (scope base) dan beratap rata. Banyak sekali pilihan mounting teleskop di pasaran untuk profil base ini. Bahkan bila kita hendak menggunakan scope mounting yang memiliki stopper, lubang baut penahan grendel (bolt) dapat digunakan untuk menahan baut stopper. Catatan minus dari saya pada bagian penahan grendel ini. Pada jenis grendel milik saya ini, pendorong peluru hanya ditahan oleh sebuah baut kecil yang berisiko patah atau melontarkan grendel ke arah belakang bila pemasangan tidak cukup rapat. Pernah saya hampir mencelakai mata saya saat kurang kencang memasang baut ini.

Sedikit ketidakpuasan dan masalah selera saja.  Motif tutup tabung dari duralumunium yang di-krom terkesan ketinggalan jaman. 

Laras yang digunakan menggunakan bahan kuningan dengan diameter luar 8 mm. Laras diberi 8 alur searah jarum jam. Bramasta telah menyediakan drat untuk pemasangan peredam pada bagian depan laras ini. Bahkan drat ini berfungsi ganda sebagai crowning yang akan melindungi alur laras.
Memasukan mimis ke dalam kamar (chamber) perlu sedikit latihan. Karena apabila mimis salah posisi, agak sulit mengeluarkannya kembali karena kecilnya ukuran tempat memasukkan mimis. Trik untuk memasukkan mimis adalah mengarahkan moncong laras lebih rendah daripada popor, lalu masukan mimis dengan memegang rok mimis dan menjatuhkan kepalanya ke arah mocong laras.

Lubang memasukkan mimis cukup kecil. Sedikit latihan supaya jangan sampai repot mengeluarkan mimisnya lagi bila terbalik.

Tabung piston dan resevoir menggunakan pipa tembaga berdiameter 25 mm. Sangat berat untuk melakukan pemompaan pada senapan ini. Ukuran keseluruhannya yang kecil sekilas cocok untuk digunakan seorang remaja, tapi ternyata usaha pompa senapan ini begitu berat membuat kita harus berpikir kembali untuk menghadiahkannya pada mereka. Namun saya pikir hal ini cukup positif karena selain bermanfaat untuk latihan beban, juga dapat membatasi pelepasan potensi senapan ini di tangan remaja iseng. Harus disadari bahwa diameter tabung yang besar berelasi dengan volume yang besar dan kekuatan yang juga besar.
Picu yang digunakan menggunakan bahan duralumunium. Kita dapat mengatur kerenggangan picu dengan memutar baut setelah kita bisa membuka penutup picu (trigger guard). Trigger guard sendiri terbuat dari plastik yang disertai dengan fitur pengaman yang berupa tombol penahan picu. Tekan tombol ke arah kanan untuk mengunci dan ke arah sebaliknya untuk membebaskan picu.

Saya tidak mengerti kenapa harus ada stiker "ANTARIKSA" padahal sudah ada gravir-nya.

Picu bekerja dengan mekanisme mendorong plat L untuk membuka as katup pentil. Sistem ini disebut juga sistem dumping. Udara yang dilepaskan lengkap berapapun jumlah pompaan yang diberikan. Namun seperti  kebanyakan yang mengadopsi sistem ini termasuk senapan ini, plat L kadang tidak sempurna kembali pada posisi awalnya. Sering didapatkan gejala misfilling ( di mana senapan gembos saat dipompa) atau yang berbahaya malah terpicu spontan saat sedang memompa. Selalu masukkan mimis setelah memompa untuk menghindari kecelakaan! Pengalaman saya saat baru memulai menggunakan senapan angin pernah hampir saja merasakan pantulan mimis di dalam kamar saat memompa dalam keadaan mimis sudah dimasukkan.
Dalam penelusuran saya di beberapa toko, saya agak kesulitan untuk menemukan suku cadang buat senapan ini. Saya sendiri tidak terpikir untuk mencari substitusi-nya karena memang belum ada yang hendak diganti. Tapi beberapa komponen fast moving seperti seal dan per saya lihat cukup tersedia di toko langganan saya.

Akurasi dan Kecepatan
Pada ulasan saya kali ini saya dibantu oleh Andra, salesman toko BSA Sport Cipacing tempat saya membeli senapan ini dahulu. Pada saat ulasan ini saya buat, senapan saya sudah dalam keadaan tidak standar karena sudah saya lakukan modifikasi. Saya menggunakan senapan baru yang masih standar untuk kepentingan pengambilan gambar dan tes kecepatan.
Tidak banyak yang bisa saya katakan untuk menggambarkan akurasi senapan ini. Saat saya menjumpai Andra, saya sedang terburu-buru sehingga tidak bisa melakukan group-shot untuk menilai akurasi standar senapan ini. Sedikit pengalaman saya menggunakan senapan ini hasilnya cukup menyedihkan. Awalnya di toko ini  saya bisa menembak spinner seukuran sendok makan pada jarak 5 meter menggunakan open sight. Tapi pengalaman menembak kelelawar saya pada jarak 3 meter menggunakan open sight dan mimis Sharp Diabolo wadcutter hanya menghasilkan 1 ekor kelelawar dari 5 ekor yang bertengger, dan menghabiskan 8 buah mimis. Jangan dijadikan acuan!
Saya sempat melakukan chrono test menggunakan ProChrono saya dan mimis RWS Superdome 8.3 grain pada kondisi senapan yang masih standar. Tidak ada pedoman dan manual dari produsen yang menyarankan berapa kali senapan ini harus dipompa. Saya gunakan saja angka favorit saya yaitu 38. Minimal 3 kali dan maksimal 8 kali. Tapi angka ini tidak ada dasar pemikirannya. Inilah hasil muzzle velocity dan muzzle energy yang saya peroleh:
3X ..... 559 fps ..... 7.81 Joule
4X ..... 631 fps ..... 9.95 Joule
5X ..... 667 fps ... 11.12 Joule
6X ..... 702 fps ... 12.32 Joule
7X ..... 726 fps ... 13.17 Joule
8X ..... 744 fps ... 13.84 Joule
Cukup tinggi mengingat panjang larasnya yang cukup pendek. Dan cukup banyak energi untuk merusak perabotan dan membunuh hewan kecil. Biarpun trend peningkatan kecepatan masih berlangsung, pengukuran harus saya hentikan karena Andra yang melakukan pompaan buat saya sudah kelelahan.

Penutup
Senapan ini cukup kompak baik dimensi, berat, dan fiturnya. Dengan harga yang diberikan Andra kepada saya senilai Rp. 450,000,- (Juni 2013), senapan ini bisa jadi pengusir atau pembasmi hewan kecil pengganggu seperti kelelawar dan tikus (pest control) dan sarana bersenang-senang misalnya menembak kaleng dan botol bekas (plinking).
Tertarik dengan harga yang ditawarkan BSA Sport Cipacing? Kontak saja Andra di 082115449254 atau mampir saja di toko kecilnya di daerah Cipacing, kiri jalan arah Garut-Tasik.

2 komentar :

Unknown mengatakan...

Jual ngak bos

Unknown mengatakan...

Salam kenal gan. Senapan pertama saya juga Bramasta tapi yang pegangan pompanya bulat bertekstur. Mungkin Bramasta super ya gan? Beli di tahun 1984. Saya masih ingat harganya 40.000 rupiah saat beli itu. Belum ada drat peredam dan rail mount dovetailnya.