Senin, 09 September 2013

Chrono Test Sharp Ace: Menjawab Beberapa Pertanyaan Seputar Ubahan Saya

Setelah chronograph saya datang, sudah waktunya membuat evaluasi terhadap apa yang sudah saya kerjakan. Sejauh ini Sharp Ace lawas saya sudah melalui berbagai ubahan baik dalam tema restorasi maupun modifikasi. Untuk menyegarkan ingatan, saya telah melakukan ubahan pada senapan angin saya yaitu mengganti per dengan per Misumi, terpaksa mengganti transfer port karena kebodohan yang saya lakukan menyebabkan kebocoran pada bagian ini, dan melakukan pemolesan laras untuk mengatasi permasalahan akibat proses re-bluing. Baiklah, tanpa panjang lebar lagi, inilah laporan saya.

Menggunakan Prochrono Digital
Saya menggunakan ProChrono Digital yang diletakkan 20 cm dari mulut laras (muzzle). Saya mengumpulkan data pada pukul 11.00 siang dalam kondisi langit berawan. Sebelum melakukan pengumpulan data, saya pastikan dulu alat saya berfungsi dan kondisi senapan cukup hangat dengan melakukan 5 tembakan dengan mimis. Hasilnya ya, alat ini dapat bekerja (syukurnya).




Dalam pengujian ini saya menggunakan mimis RWS Superdome .177" seberat 8,3 grain. Satu string masing-masing saya isi dengan data dari 5 kali tembakan. Hasil yang saya masukkan di sini, saya salin mentah-mentah dari display ProChrono ke dalam Microsoft Excel. Pendapat saya menggunakan alat ini cukup mudah dan nyaman. Tombol-tombolnya begitu intuitif untuk dinavigasikan dan disentuh. Tidak terlalu banyak usaha saya untuk mengerti maksud dari petunjuk manual. Inilah hasilnya.

Hasil Chrono Test pada Kondisi Akhir Senapan Saya (Mid September 2013). Nilai tertinggi dari string diwarnai merah sedangkan nilai terendah diwarnai hijau. AVG adalah kecepatan rata-rata. Ex. Spread adalah rentang nilai antara yang tertinggi dan yang terendah. STD adalah standar deviasi dari data dalam satu string.

Pembahasan
Fakta pertama buat saya adalah kecepatan. Kecepatan yang dihasilkannya sungguh menurun. Saya sudah merasakan gejala ini dengan perubahan suara yang dihasilkannya. Pada postingan sebelumnya saya sudah melaporkan bagaimana suara setelah ubahan pada transfer port menjadi lebih redam. Gejala serupa juga dirasakan saat seri postingan Having Fun @ Cirebon di mana plastik jarum infus yang saya tembak tidak pecah dan tes menggunakan Chrono Connect Lite didapati kecepatan tembakan senapan saya tidak bisa mengimbangi kecepatan dari Sharp Tiger (walaupun hasil lengkapnya tidak saya miliki dan kami belum percaya terhadap kemampuan software itu).
Fakta kedua yang saya dapati saat melakukan pengujian ini adalah senapan tidak dapat dipompa lebih dari 8 kali. Selebihnya senapan akan langsung terpicu menembak spontan sehingga data pada pompaan ke 9 tidak dapat dikumpulkan dan pengujan harus saya hentikan. Masalah ini mungkin terkait dengan plat "L" yang menahan batang as pentil senapan saya yang sudah menua dan tidak tegak lurus lagi. Akibatnya pada tekanan resevoir yang tinggi akan memicu bergesernya batang as pentil secara spontan.
Fakta ketiga senapan ini cukup konsisten. Dan konsistensi itu saya dapati pada jumlah pompa di atas 3 kali. Hal ini memperkuat pernyataan Tom Gaylord pada tulisannya mengenai konsistensi senapan multi-pump. Bahkan standar deviasi terkecil saya dapati pada jumlah pompa ke 5. Mungkin gejala ini secara tidak sadar saya rasakan pada saat latihan menembak. Saya selalu menyukai jumlah pompaan 5 kali karena dengan jumlah ini saya mendapatkan grouping yang rapat. Mungkin mengganti per katup dengan per Misumi telah membantu konsistensi ini.
Fakta keempat yang saya soroti adalah jumlah pompaan tidak berbanding lurus dengan kecepatan. Memang data ini belum lengkap, namun mencermati gejala peningkatan kecepatan yang semakin berkurang pada jumlah pompa di atas 6 kali, tampaknya fakta ini benar adanya. Bila data tadi dimasukkan ke dalam kurva di mana sumbu Y adalah kecepatan dan sumbu X adalah jumlah pompaan, mungkin kurva yang dihasilkannyaakan berupa parabola yang berpuncak mendatar (ada yang tertarik?).

Inspirasi
Melihat data-data di atas telah membuat saya bersemangat kembali untuk membongkar ulang senapan saya. Walaupun saya cukup puas dengan konsistensi dan akurasinya saat ini, namun mendapatkan kembali reputasi senapan ini sebagai senapan magnum adalah tujuan akhir saya. Tentunya dengan hasil usaha sendiri. Hal yang saya catat untuk usaha saya berikutnya adalah: mengganti plat "L", mengganti penutup tabung resevoir yang sudah sumbing sehingga dapat menggunakan transfer port asli di mana diameternya lebih besar. Saya pikir tidak ada masalah pada penggunaan per Misumi karena tidak ada gejala sisa angin yang saya temui sehingga saya akan pertahankan ubahan itu.

Akhirnya, memiliki chronograph yang dapat dipercaya sangat berguna untuk mengevaluasi pekerjaan kita. Saya sendiri bukanlah orang yang mudah percaya dengan klaim seseorang yang berkata lebih cepat atau lebih kuat bilamana tidak ada data pendukung yang bisa dipercaya. Tapi itu hanyalah pendapat saya. Terbuka untuk pertanyaan dan masukan.

Posting Komentar