Rabu, 06 Mei 2015

Diana Mod. 25D: Bakal Anak Nanti - Bagian 4

Bagian 1 Membongkar, Menghaluskan dan Melumasi Ulang.
Bagian 2 Memasang Mainspring Baru.
Bagian 3 Mengganti Breech Seal.

Pada bagian sebelumnya saya telah kembali ke jalur yang diinginkan dalam usaha mencapai batas tak terlihat dari kecepatan senapan kecil ini. Mencapai 600 fps sepertinya menjadi atap yang tak terjangkau dalam usaha saya mencapai kecepatan senapan ini. Saatnya mengeluarkan amunisi terakhir saya dalam persediaan tuning kit yang saya siapkan. Pada posting kali ini saya akan memasang piston seal baru dari Vortek Product.

Diana Mod. 25D yang menjadi bahan pembahasan seri ini.




Memasang Piston Seal
Pada artikel sebelumnya saya memang sudah memasang mainspring baru. Namun pemasangan mainspring itu sekedar untuk mencoba bagaimana pengaruh penggantian mainspring saja dalam mengubah karakter senapan ini. Karena tidak ingin menjejali silinder kompresi dengan terlalu banyak pelumas dan merasa per Titan XS telah memiliki lapisan yang dapat melumasi dirinya sendiri (self lubricating), maka saya tidak menggunakan tambahan pelumas pada rangkaian powerplant. Namun karena langkah ini adalah langkah terakhir, maka pada kesempatan terakhir saya membongkar senapan ini, saya memberi lapisan pelumas yang layak pada bagian powerplant senapan ini. Jadi kesimpulan terakhir tidaklah murni karena pengaruh penggantian piston saja, namun mendapatkan pengaruh dari pemberian pelumas yang segar.
Langkah penggantian piston seal diterangkan melalui rangkaian gambar di bawah ini.

Seal piston terbuat dari bahan kulit dan terikat pada kepala piston dengan satu baut berkepala minus.

Pada bagian sisi tampak sebuah cincin (washer) berbahan seperti karet keras yang berfungsi sebagai bantalan antara seal kulit dengan kepala piston.

Setelah baut dilepaskan, terlihat bagaimana bantalan karet tersebut berfungsi menjaga seal yang terbuat dari kulit agar tidak koyak akibat bergesekan/berbenturan dengan kepala piston.

Seal piston dengan adaptor yang diproduksi oleh Vortek Product. Dinamakan sebagai VacSEAL, terbuat dari materi yang dirahasiakan formulanya, dan diklaim mampu meningkatkan kecepatan atau energi dari senapan dengan seal standar. Baik seal dari bahan kulit seperti pada senapan lama maupun materi sintetis bawaan pabrik.

Karena desain seal melekat pada kepala piston tanpa menggunakan baut, dibutuhkan sebuah adaptor  agar seal dapat melekat dengan kepala piston dan mampu berputar bebas. Kencangkan baut adaptor yang memiliki kepala berjenis Allen ini.

Tampak samping adaptor seal piston. Memberi sedikit lapisan thread locker seperti Loctite tampaknya cukup bermanfaat untuk menjaga baut tidak kendur akibat gerakan piston.

Untuk memasukkan seal piston cukup, tekan kepala piston yang sudah dipasangi adaptor pada bidang datar. Sedikit minyak encer seperti minyak silikon atau lainnya akan membantu adaptor memasuki lubang seal dengan lancar. Tidak perlu trik tukang ban agar seal ini masuk ke dudukannya. Materi ini cukup keras dan kaku. Berisiko robek bila kita mencoba melebarkannya pada satu titik saja.

Berikan pelumas kental seperti moly grease pada bagian per, spring guide, dan bagian dinding piston maupun sisi seal yang bergesekan langsung dengan dinding silinder. Rangkaian inipun siap untuk dirakit kembali. Hati-hati dalam memasukkan rangkaian ini agar seal tidak robek maupun tergores silinder kompresi terutama pada bagian rel pengokang.

Hasil dan Pembahasan
Harapan besar saya gantungkan untuk ubahan terakhir ini. Setelah dieseling mereda pada beberapa tembakan awal, saya lakukan pengukuran dengan chronograph. Dengan menggunakan mimis RWS Superdome 8.3 grain saya dapatkan: 557, 536, 540, 529, 533, 533, 532, 532, 538 dan 545. Rangkaian tembakan ini membawa rerata kecepatan 537 fps, dengan sebaran ekstrim 28 fps dan standar deviasi 8. Cukup mendongkrak kecepatan di tingkat yang membahagiakan bagi saya namun tetap mempertahankan konsistensinya. Walaupun saya tidak mencapai kecepatan yang saya inginkan dengan menggunakan mimis 8 grain, namun saya rasa saya sudah sangat puas dengan kecepatannya. Energi yang dihasilkan cukup untuk urusan membasmi hama di rumah. Dengan menggunakan mimis ini didapatkan energi 5.32 fpe atau 7.21 Joule. Cukup untuk hewan kecil seperti tikus dan burung kecil.
Keinginan saya sebelumnya adalah mencapai kecepatan di atas 600 fps menggunakan mimis ringan. Mimis paling ringan yang saya miliki dan tetap memiliki akurasi pada jarak yang dekat adalah RWS Hobby 7 grain. Menggunakan mimis ini saya lakukan lagi pengujian dengan chronograph. Hasil yang didapat: 627, 614, 615, 621, 623, 615, 610, 621, 615 dan 636. Rerata kecepatan 619 fps dengan sebaran ekstrim 26 fps, dan standar deviasi 7. Saya berhasil.
Dengan menggunakan RWS Hobby ini saya dapatkan energi 5.96 fpe atau 8.08 Joule. Cukup berlimpah untuk perburuan jarak dekat.

RWS Hobby adalah mimis berjenis wadcutter, memiliki rok bergaris (ribbed) dengan berat 7 grain.

Dikatakan sebelumnya senapan ini sejatinya adalah senapan yang diperuntukkan untuk penembak pemula ataupun remaja. Desainnya yang ringkas, usaha kokang yang ringan, dan langkah kompresi yang pendek menjadikannya senapan dengan karakter menyenangkan. Namun dengan rancangan ini, senapan ini sepertinya akan sulit untuk melebihi kecepatan yang sudah saya capai tanpa ubahan ekstrim. Semisal mengatur bukaan lubang transfer port maupun memperpanjang langkah kompresi.
Sejatinya di negaranya sendiri, yaitu Jerman, senapan ini adalah senapan dengan simbol F (Freimark). Artinya senapan ini bebas dimiliki oleh siapapun tanpa ijin khusus karena memiliki energi di bawah 7.5 Joule. Tentunya tidak ada remaja maupun penembak pemula yang mau repot dalam mengurus ijin kepemilikan senjata api. Dan rancangan senapan ini bersinergi dalam membatasi energi yang dihasilkan. Tampak rancangannya ini mampu mencegah rasa ingin tahu pemuda yang tidak terlalu mengerti sains di balik senapan angin untuk mencoba-coba melewati batasan hukum ini. Begitu banyak bagian yang saya ganti dengan komponen after market berkualitas dan menjanjikan keluaran energi yang besar, namun energi yang dihasilkan tidak jauh beranjak dari 7.5 Joule. Semakin saya kagum dengan kemampuan insinyur di balik penciptaan senapan ini.
Pengalaman ini membawa pembelajaran yang berkesan bagi saya. Semoga pembaca catatan saya juga mendapatkan sesuatu dari perjalanan saya dengan senapan bakal anak saya nanti. Saat ini rasanya saya akan berhenti pada tahap ini dalam pengejaran saya akan kecepatan senapan ini. Semoga berguna. Terbuka untuk masukan dan pertanyaan.
Poskan Komentar