Kamis, 09 April 2015

Diana Mod. 25D: Bakal Anak Nanti - Bagian 3

Bagian 1 Membongkar, Menghaluskan dan Melumasi Ulang.
Bagian 2 Memasang Mainspring Baru.

Pada laporan sebelumnya saya telah melakukan ubahan besar pada senapan ini dengan memasang mainspring baru. Walaupun karakteristik senapan ini terasa lebih bertenaga karena lock time yang lebih singkat dan recoil yang lebih kuat, tampaknya pengukuran dengan chronograph tidak menunjukkan hasil yang sesuai. Alih-alih kecepatan senapan ini semakin berkurang.

Diana Mod. 25D yang menjadi obyek pekerjaan saya seri ini.

Saya sudah berencana untuk mengganti beberapa suku cadang senapan ini. Namun saya tidak ingin langsung menggantinya sekaligus untuk mengamati dan mempelajari karakter senapan ini setelah perubahan pada salah satu variabel saya kerjakan. Saya menginginkan setiap tahapan penggantian bagian senapan memberi kontribusi positif. Namun hasil negatif yang saya terima cukup mengejutkan dan menjadi pukulan bagi pembelajaran saya saat ini.


Suatu Pemikiran Mengenai Kerapatan Seal
Bilamana piston senapan saat ini sudah bergerak lebih cepat akibat dorongan per baru yang lebih kuat, tentunya massa udara yang dimampatkan akan mengalami peningkatan tekanan yang lebih cepat. Tentunya seal yang sekarang sudah beradaptasi dan mungkin sudah mengalami penurunan fungsi dalam menyekat ruang kompresi akan mengalami stres berlebih saat ini. Akibatnya mungkin saja volume udara yang ditransfer ke pangkal laras menjadi berkurang akibat kebocoran.
Buktinya dapat diperhatikan dengan bentuk seal pada bagian anjungan (breech seal) yang saat ini terlihat gepeng dan nyaris datar dengan permukaan breech block.
Saya sudah menyiapkan seal pengganti untuk breech block ini. Saya bahkan menyiapkan dua jenis seal dari dua produsen. Saya memiliki breech seal dari Vortek yang ditujukan untuk upgrade seal senapan Diana lawas. Dan karena saya ragu bilamana ukuran yang ditawarkan oleh Vortek ternyata tidak sesuai dengan senapan yang saya miliki, maka saya juga memesan breech seal yang ditawarkan oleh TW Chambers. Yang walaupun mungkin materialnya standar, namun ukurannya akan tepat pada senapan saya.
Seal yang lama segera saya lepaskan. Cara melepaskannya cukup dicungkil dengan jarum yang kuat. Cungkil dengan gerakan memutar sehingga permukaan bawah seal bisa terangkat dari dudukannya.

Seal lama berhasil dilepaskan. Material terbuat dari kulit dan sudah sangat gepeng. Perhatikan di bawah rumah seal (breech seal groove) adalah bearing yang menjadi komponen utama mekanisme kunci laras pada Model 25 D. Sulit ditiru oleh pengrajin senapan tanah air.

Setelah seal terangkat, lepaskan dan bersihkan rumah seal dari berbagai kotoran. Gunakan minyak permbersih seperti WD-40 lalu keringkan dengan cotton bud dan berikan minyak silikon.

Seal yang lama (bawah) dibandingkan dengan seal pengganti dari Vortek (atas).

Pada awalnya saya mencoba untuk memasukkan seal dari Vortek sebagai pengganti. Ukurannya cukup tepat sebagai seal pengganti. Namun karena materialnya sangat kaku, diklaim terbuat dari Buna 90D, saya mengalami kesulitan untuk memasukkan seluruh bagian seal pada rumahnya. Seal pada posisinya harus mengalami regangan yang menyebabkan diameternya bertambah tapi ketebalannya berkurang. Dengan kekakuan materi yang ada dan teknik pemasangan yang belum saya kuasai, saya berisiko untuk merobek seal ini. Maka saya urungkan untuk memasang seal ini dan menyimpannya sebagai cadangan.
Saya keluarkan lagi seal pengganti lainnya yang ditawarkan oleh TW Chambers. Kali ini materinya terasa lebih lunak dan elastis. Ukuran yang saya amati juga sama dengan dua seal sebelumnya. Walaupun memasangnya juga tidak bisa dibilang mudah, tapi dapat pula saya kerjakan dengan kesabaran.

Seal lama (atas), seal dari Vortek (tengah), dan seal dari TW Chambers (kanan).

Setelah semua keliling seal berada pada rumahnya, kemudian laras ditutup untuk menekan seal lebih dalam lagi pada dudukannya. Bila seluruh bagian lingkar seal belum berada pada lingkar rumahnya, saya berisiko untuk merusak seal pengganti ini. Dan hasilnya setelah dibuka kembali, seal bertengger rapi dengan sedikit tonjolan pada permukaan breech. Saya cukup puas dengan seal pengganti ini walaupun masih ada keinginan untuk memasang seal Vortek yang lebih liat.

Seal berada pada posisinya. Sedikit menonjol saat breech terbuka. Tidak berlebihan. Kondisi yang diharapkan dari seal yang masih elastis.

Hasil dan Penutup
Saatnya menuju uji chronograph. Sekilas tentang karakter yang berubah; tidak banyak yang berubah. Kecuali sedikit perasaan bahwa sekarang tumbukan piston terasa lebih solid. Ataukah itu suatu sugesti dari hasil yang diharapkan?
Masih dengan mimis Superdome 8.3 grain. Dari 10 rangkaian tembakan yang saya pilih setelah saya buang beberapa tembakan awal, saya dapatkan: 489, 486, 479, 482, 479, 477, 482, 490, 481, 488 dan  483. Rerata 483 f/s dengan sebaran ekstrim 13 fps dan standar deviasi 4. Tampaknya cukup berhasil. Namun sebatas hanya menghantarkannya sampai ke titik nadir. Sebagai pengingat pada bagian 1 seri ini saya telah mendapatkan kecepatan serupa dengan per dan seal yang lama. Meski begitu, saya cukup optimis dengan kemajuan proyek ini.
Saya masih menyisakan 1 bagian dari tuning kit lagi yang belum saya pasang. Dan saya belum melumasi per Titan XS yang sudah saya pasang. Masih ada ruang untuk peningkatan. Semoga setelah semuanya ini dikerjakan, saya bisa mencapai target proyek saya. Walaupun sekarang tampaknya optimisme saya tidak begitu kuat.
Semoga berguna. Terbuka untuk masukan dan pertanyaan.
Poskan Komentar