Sabtu, 16 November 2013

Review: Profil larassenapanku Asli Buatan Cipacing

Sudah lebih dari 4 bulan pekerjaan modifikasi Bramasta Antariksa saya terkatung-katung. Permasalahan ketidakrapian dan fokus pekerjaan tukang bedil (gunsmith) membuat saya bolak-balik ke Cipacing untuk meninjau atau sekedar mengingatkan akan pesanan saya. Sampai saat ini, walaupun si gunsmith sudah menyatakan pekerjaannya sudah selesai, namun hasilnya tidak memuaskan saya. Padahal standar permintaan saya sebagai pemula tidaklah sulit. Cuma ingin senapan angin yang tidak bocor menggunakan receiver baru yang bisa memuat laras baru saya. Apa boleh buat, saya harus kembalikan lagi senapan saya kepada gunsmith untuk dirombak lagi.
Saya sendiri ingin mencoba laras lokal yang terbuat dari baja buatan Cipacing. Seingat saya, akurasi senapan Bramasta Antariksa saya tidak memuaskan walaupun belum pernah saya tes dengan pengukuran grouping yang baik. Dan sebagai orang yang berdomisili di Bandung dan memiliki hobi senapan angin, tidaklah sah bila tidak pernah menginjak kaki di Cipacing. Setelah penelusuran cepat di internet maka saya menemukan larassenapanku.blogspot.com yang cukup menarik untuk dicoba. Sebelum laras ini diberikan lagi pada gunsmith untuk dicangkokan pada senapan saya, baiklah saya ulas dan catat sedikit tentang profil laras ini. Sebelum juga nantinya saya terlalu malas untuk membongkar lagi senapan saya bila akhirnya jadi (semoga).


Laras alur 12 pesanan saya. Asli buatan Cipacing.

Sekilas Tentang larassenapanku.blogspot.com
Situs blog ini dikelola oleh Bapak Denny Madsihal yang merupakan menantu dari salah seorang pelopor pengrajin senapan bernama Bapak Abar Sahbar. Jiwa enterpreuner dan kejeliannya untuk melek teknologi informasi, membuat beliau cukup menonjol di kawasan Cipacing-Cikeruh. Bertindak sebagai manajer maupun pengepul, beliau memimpin produksi dan distribusi laras maupun senapan jadi dari 2 bengkel yang bernaung di bawah kepemimpinannya. Dan terutama untuk produk larasnya, beliau tidak mendistribusikannya ke tangan bandar lain melainkan digunakan sendiri untuk kepentingan produksi senapan anginnya maupun kepentingan ganti laras bagi konsumen yang langsung meminta jasanya. Di tengah kelesuan dunia senapan angin secara umum di Cipacing, beliau mampu menarik pasar baru di kalangan hobiis senapan angin yang masih bertumbuh. Itulah yang menyebabkan bengkelnya tidak pernah sepi order dan bahkan membuat pria ini kerepotan sendiri.
Untuk laras senapannya sendiri dikerjakan dengan cara-cara tradisional yang diturunkan dari generasi ayahnya. Mulai dari mengebor batang baja, reaming (memperbesar lubang), mencetak alur, membuat profil dan finishing masih dikerjakan dengan cara tradisional. Walaupun demikian, untuk kehandalan kualitas produknya dapat dibuktikan dengan pesanan laras yang tidak kunjung surut dan banyaknya konsumen yang melakukan pesanan ulang.

Seorang master barrelsmith dan apprentice sedang mengebor batang as baja yang sangat panjang menggunakan alat bor sederhana dengan lurus dan cepat.  Tidak semudah menekan tombol mesin bor canggih. Keahlian yang tidak sembarang orang bisa kuasai dan perlu dedikasi.

Membentuk profil kontur laras sesuai pesanan.

Walaupun selama ini produk larasnya tidak memiliki engrave (gravir) maupun nomor seri sebagai penanda produksinya, beliau tidak terlalu mengkhawatirkan isu plagiasi. Bahkan ada keinginan beliau untuk meningkatkan volume dan kualitas produknya dengan menggunakan baja silinder "rahasia" yang telah jadi (telah berlubang, tidak perlu membor) dan menggunakan peralatan hidraulik untuk mencetak alur pada dalaman larasnya. Untuk produk terakhirnya ini diklaim akan memiliki akurasi yang istimewa dan masih dalam tahap uji coba, walaupun telah disiapkan namanya yaitu CZ. Bukannya Česká zbrojovka yang merupakan merk senjata api Republik Ceko, melainkan Cipacing Zaenal (anak laki-laki kesayangannya). Semoga bila produk ini sukses, nantinya tidak terkena undang-undang hak paten, ya Pak.

Laras Pesanan Saya
Untuk laras pesanan saya, saya memilih untuk dibuatkan laras OD 16 mm dengan panjang 50 meter dan memiliki 12 alur yang berputar 2 kali. Maksud awalnya dan karena keterbatasan pengetahuan saya waktu itu adalah untuk mendapatkan mimis yang berputar sekencang mungkin. Supaya akurat tapi punya kecepatan yang tidak terlalu kencang. OD besar dipilih karena lebih stabil mengatasi getaran/vibrasi. Idenya adalah memiliki senapan yang cukup kuat tapi akurat untuk jarak dekat (di bawah 5 meter) untuk membasmi kelelawar dan tikus di rumah sambil visier-an. Tapi semakin ke sini, saya cuma bisa senyum-senyum sendiri membayangkan banyaknya pompaan yang akan saya lakukan nantinya untuk meluncurkan mimis saya. Kalau dulu dua kali saja sudah cukup untuk membunuh cicak, nanti bisa saja 3 kali pompa sekalipun mimis tidak keluar karena friksi laras terlalu besar (seret). Padahal kecepatan putaran mimis pada jarak dekat tidak berpengaruh pada akurasinya. Untungnya barrelsmith bisa menyadari kekeliruan saya dan membuat penyesuaiannya sendiri.
Laras saya telah jadi dengan ukuran sedikit lebih panjang dari yang diharapkan, yaitu 53 cm. Menurut Pak Denny hal ini berguna untuk pembuatan dan pemasangan drat peredam suara. Dan syukurnya putaran alur tidak jadi 2 kali, namun tepatnya 1.5 kali. Atau dengan twist rate sekitar 1:13" (tidak tepat benar karena pencetakan alur menggunakan button rifling yang diketok manual). Meskipun awalnya saya minta supaya laras jangan dibronir supaya bisa saya krom, namun akhirnya dibronir juga tanpa seijin saya. Tapi lumayanlah dan saya tidak keberatan supaya sementara tidak berkarat sambil menunggu pekerjaan gunsmith.

Laras custom pesanan saya dengan receiver bermasalah yang belum terselesaikan.

Perbandingan dimensi laras baru saya dan laras Bramasta Antariksa bawaan. Tampak diameter laras baru saya membengkak dua kali lipat lebih.

Bentuk crowning laras yang unik. Mungkin ini salah satu signature sign dari barrelsmith milik Bapak Denny.

Karena saya belum sempat ke gunsmith lagi, saya bongkar senapan ini sendiri untuk melihat apa masalah yang tidak terselesaikannya ini. Saya sempat membersihkan atau memoles dalaman laras ini dengan cara serupa yang saya terapkan pada posting sebelumnya. Pada saat itu saya tidak menemukan gejala laras ini di-choke. Namun terdapat perbedaan ID (diameter dalam) laras di mana bagian pangkal di-reaming lebih besar dan secara gradual mengecil pada sekitar 10 cm dari awal masuknya mimis. Setelahnya hingga ke ujung laras alur menjadi lebih dalam.

Bagian pangkal laras. Tampak alur lebih dangkal dengan serpihan kecil logam.

Bagian ujung laras. Tampak alur lebih dalam dan tampak pula permukaan bergelombang pada land akibat tempaan manual pada button. Semoga tidak akan berpengaruh pada akurasi setelah break in nanti.

Gambar skematis tentang diameter dalam laras karena proses reaming dan pengaruhnya terhadap kedalaman alur. Gambar ini dilebihkan untuk kepentingan ilustrasi.

Saya belum bisa memberikan penilaian terhadap akurasi laras untuk saat ini dikarenakan permasalahan pada receiver Bramasta saya yang belum terselesaikan. Dan seandainyapun sudah selesai sekalipun, untuk penilaian yang adil diperlukan proses break in dahulu. Percobaan pertama saya dengan kondisi receiver yang sering macet (merusak kepala mimis) dan serba bocor (tembakan tidak konsisten, spread bisa 150-400 fps pada 6 kali pompa) menghasilkan grouping sebesar kaleng mimis pada jarak 10 meter.
Apabila berminat dengan laras ini, larassenapanku.blogspot.com menawarkan dengan harga awal Rp 250,000 (Akhir 2013) dan garansi ganti laras bila ternyata akurasi tidak memuaskan. Saya sendiri belum tahu tentang harga varian laras premiumnya yang katanya sudah mulai ditawarkan dengan nama laras Sniper CZ.
Semoga berguna. Mohon koreksi bila salah ya Pak Denny. Terbuka untuk masukan dan pertanyaan.
Poskan Komentar