Sabtu, 03 Mei 2014

Referat Marksmanship Bagian 4: Kontrol Picu (Trigger Control)

Bagian 1 Cara Memegang Senapan
Bagian 2 Cara Membidik dan Parallax
Bagian 3 Cara Bernafas

Menarik picu adalah salah satu dasar dari kemampuan markmanship yang patut dikuasai untuk mengeksekusi tembakan yang bermutu. Begitu pentingnya kemampuan ini sehingga sub bagian ini saja memerlukan penekanan sendiri dan mendapatkan namanya sendiri yaitu teknik kontrol picu (trigger control). Dalam melakukan penekanan picu ada dua elemen vital yang terlibat yaitu (1) Penekanan picu tidak boleh mengganggu posisi senapan yang telah diatur melalui langkah sebelumnya (lihat Bagian 1 dan Bagian 2) dan (2) Penekanan picu harus dilakukan dalam periode yang sangat singkat yaitu di antara jeda pernafasan (respiratory pause, lihat Bagian 3).

Kontrol picu adalah salah satu dasar markmanship. Gambar diambil dari: http://www.outdoorlife.com/blogs/gun-shots/2013/04/dry-fire-key-better-rifle-accuracy-and-trigger-control

Selasa, 29 April 2014

Menghidupkan Kembali Legenda: Unboxing Walther LGV 2012 Versi Master

Jika anda termasuk rajin menyusuri web dan mencari informasi tentang senapan-senapan angin yang baru diproduksi dan dikenalkan ke pasaran, tentunya anda menemukan bahwa jumlahnya tidak banyak. Minimal tidak sebanyak barang-barang yang lebih umum dikonsumsi seperti telepon seluler ataupun produk otomotif. Bahkan lebih sedikit lagi produk-produk senapan angin baru yang diserap oleh pasar dan mendapatkan perhatian dan tinjauan menarik. Baik tinjauan dari kubu belahan dunia Eropa maupun Amerika. Dari beberapa gelintir produk baru senapan angin itu, yang mendapat tinjauan menarik menurut saya, dan ajaibnya tersedia di tanah air adalah Walther LGV 2012. Senapan angin per model patah laras yang diproduksi oleh Umarex Jerman. Saya bilang ajaib karena di tengah terbatasnya lingkup pergerakan hobi senapan angin dan penikmatnya di Indonesia, ternyata ada seorang yang saya temukan bisa mendatangkan senapan angin ini di tanah air. Minimal yang saya tahu.


Senin, 28 April 2014

Refinish Popor Kayu dengan Wiping Varnish

Beberapa waktu belakangan ini saya sedang tertarik dengan topik-topik dalam tema pertukangan kayu. Awalnya saya terinspirasi dengan rekan-rekan di Lembang Air Rifle Club (LARC) yang begitu terampil dalam memodifikasi bahkan membuat popor sendiri terutama dari kayu-kayu sisa. Hasilnya sungguh mencengangkan. Karena bagi saya yang awam, tampilannya sudah seperti hasil pekerjaan profesional. Walaupun para punggawa di LARC itu sendiri sejatinya bukanlah pengrajin senapan. Dari sanalah muncul ide untuk membuat popor sendiri. Namun karena kemampuan hasta karya saya sangat terbatas dan sebelum  frustasi karena ketidakmampuan saya, baiklah saya mulai dengan proyek sederhana. Yaitu melakukan finishing ulang (refinish) popor senapan saya.

Salah satu karya popor dari Bapak Eddy Winardi di LARC. Membuat saya terinspirasi. Menggunakan kayu sisa dan bagian mata kayu yang kritis namun memiliki tampilan yang indah.

Ceritanya lagi saya memiliki popor kayu mangga untuk senapan Sharp Ace saya. Namun karena popor ini di-finishing seadanya dan terburu-buru oleh pengrajinnya, maka kesan indah yang diharapkan tidaklah tampak darinya. Maka popor ini adalah kandidat cocok untuk dijadikan bahan percobaan saya. Sebenarnya tujuan akhir saya adalah melakukan refinish pada senapan Benjamin Sheridan 397 PA lawas milik saya yang terbuat dari kayu Walnut. Kayu ini semakin langka digunakan pada senapan-senapan keluaran terbaru. Jadi anggap saja proyek ini sebagai langkah latihan sebelum melakukan proyek refinish yang lebih serius.

Kamis, 13 Februari 2014

Referat Marksmanship Bagian 3: Kontrol Pernafasan (Breath Control)

Bagian 1 Cara Memegang Senapan
Bagian 2 Cara Membidik dan Parallax

Pada artikel kali ini saya akan memaparkan hasil pencarian saya terhadap teknik kontrol pernafasan. Setelah mengetahui dasar menembak tepat yaitu pegangan senapan dan membidik, langkah berikutnya yang perlu dipelajari adalah teknik pernafasan. Mengatur pernafasan penting keberadaannya dalam menembak tepat. Bernafas mutlak dilakukan. Dalam kontrol pernafasan kita berusaha mengontrol pergerakan tubuh kita agar dapat mengeksekusi suatu tembakan yang sempurna. Maka untuk melakukan hal tersebut, setidaknya kita perlu mengetahui hal apa saja yang berhubungan dengan proses bernafas.
Artikel ini ditulangbelakangi dari artikel yang diterbitkan di www.usashooting.org pada bulan Mei-Juni 2011. Artikel selengkapnya dapat disimak di sini untuk memberi gambaran dan pengalaman pembelajaran pribadi yang lebih lengkap. Terima kasih kepada kontributor.

Bagaimana Manusia Bernafas dan Pengaruhnya dalam Menembak
Semua orang juga mengerti bahwa kita perlu bernafas. Dengan bernafas kita memasok kebutuhan oksigen seluruh tubuh kita dari paru-paru untuk kemudian disirkulasikan oleh peredaran darah jantung. Dalam pernafasan juga kita membuang produk metabolisme berupa gas asam arang (karbon dioksida, CO2). Namun karena artikel ini tentang hal-hal yang berhubungan dengan ketepatan menembak, baiklah saya mengambil beberapa hal yang berhubungan saja.
Paru-paru tidak mengembang dengan sendirinya. Untuk memasukkan udara segar dengan komposisi rata-rata oksigen 21% ke dalam paru-paru, maka rongga dada perlu menciptakan kondisi vacuum atau sedikit di bawah tekanan atmosfer. Perbedaan tekanan ini yang akan menyebabkan udara mengalir masuk ke dalam rongga dada.
Sesuai dengan hukum Boyle, setiap peningkatan volume ruang akan diikuti dengan penurunan tekanan udara. Untuk menciptakan kondisi vacuum atau sub-atmosferik ini maka ruang dada akan membesar dengan dua cara. Cara pertama yaitu alas ruang yang bertambah rendah melalui mendatarnya selaput diafragma (dikenal sebagai pernafasan perut/diafragma). Dan cara kedua yaitu dinding ruang yang meluas melalui mekanisme peninggian tulang rusuk (dikenal sebagai pernafasan dada). Cara yang kedua ini menimbulkan gerakan pernafasan yang sangat mempengaruhi pegangan senapan karena jika kita menyandarkan lengan pemegang senapan kita pada dinding dada. Kita akan melihat senapan akan bergerak naik turun pada saat bernafas.

Gambaran mekanisme pengembangan rongga dada dalam bernafas. Gambar sebelah kiri adalah fase inhalasi di mana rongga dada membesar dengan cara tulang rusuk bergerak ke atas karena kontraksi otot antar rusuk dan selaput diafragma mendatar atau bergerak ke arah bawah. Pada gambar sebelah kanan adalah fase ekshalasi di mana secara pasif tulang rusuk akan kembali turun dan selaput diafragma akan bergerak naik.

Selasa, 21 Januari 2014

De Pyra Jupiter 27: Senapan Per Untuk Pemula - Bagian 4

Bagian 1 Tampilan luar senapan
Bagian 2 Siklus menembak dan kecepatan
Bagian 3 Akurasi jarak dekat


Pada artikel ini saya akan mencoba kemampuan senapan ini pada jarak yang lebih jauh dan pada kondisi lingkungan luar ruangan. Senapan De Pyra Jupiter 27 adalah senapan angin jenis per yang diproduksi oleh PD Pipik Putra, Cikeruh - Sumedang. Senapan ini didesain berdasarkan intepretasi mereka atas senapan legendaris Diana model 27 yang sempat lama diproduksi dan populer hingga ke Indonesia.
Senapan ini sendiri memiliki tampilan klasik yang menarik. Siklus menembak senapan ini terbilang bersahabat namun memiliki kecepatan yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan senapan Diana model 27 yang ditirunya. Akurasi senapan ini pada jarak 10 meter terbilang cukup baik namun harus diimbangi dengan teknik menembak yang prima.