Tampilkan postingan dengan label laras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laras. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Desember 2013

Referat: Bagaimana Alur Sebuah Laras Dibentuk

Pada artikel kali ini saya memasukkan rangkuman saya terhadap cara membentuk alur dalam laras (rifling). Perkenalan saya sendiri terhadap keberadaan alur dalam laras terjadi saat saya mendapatkan kuliah mengenai forensik. Dan saya saat itu benar-benar kagum bagaimana caranya membuat peluru dapat berputar saat melaju. Dan saya kagum bagaimana caranya bisa membuat alur berbentuk spiral dalam suatu silinder yang sangat sempit untuk sebuah jari dapat masuk ke dalamnya. Saya waktu itu sempat berimajinasi kalau ada sekumpulan peri kecil yang memahat bagian dalam silinder sebuah laras.
Laras beralur pada awalnya ditemukan di Ausburg, Jerman pada akhir abad ke-15. Laras beralur baru populer dan menjadi barang umum pada pertengahan abad ke-19. Sebelum kelahiran laras beralur ini, sebuah peluru yang saat itu berbentuk bola dilontarkan melalui laras yang tidak beralur (smoothbore). Penggunaan laras beralur memberi banyak peningkatan terhadap akurasi, terutama pada jarak tembak yang jauh.

Potongan melintang dan terminologi dalam alur laras. Diambil dari: http://firearmshistory.blogspot.com/2010/05/rifling-terminology.html

Perhatian! Artikel terdiri dari banyak gambar dan tautan yang akan mempengaruhi kualitas tampilan pada koneksi internet yang buruk.

Sabtu, 16 November 2013

Review: Profil larassenapanku Asli Buatan Cipacing

Sudah lebih dari 4 bulan pekerjaan modifikasi Bramasta Antariksa saya terkatung-katung. Permasalahan ketidakrapian dan fokus pekerjaan tukang bedil (gunsmith) membuat saya bolak-balik ke Cipacing untuk meninjau atau sekedar mengingatkan akan pesanan saya. Sampai saat ini, walaupun si gunsmith sudah menyatakan pekerjaannya sudah selesai, namun hasilnya tidak memuaskan saya. Padahal standar permintaan saya sebagai pemula tidaklah sulit. Cuma ingin senapan angin yang tidak bocor menggunakan receiver baru yang bisa memuat laras baru saya. Apa boleh buat, saya harus kembalikan lagi senapan saya kepada gunsmith untuk dirombak lagi.
Saya sendiri ingin mencoba laras lokal yang terbuat dari baja buatan Cipacing. Seingat saya, akurasi senapan Bramasta Antariksa saya tidak memuaskan walaupun belum pernah saya tes dengan pengukuran grouping yang baik. Dan sebagai orang yang berdomisili di Bandung dan memiliki hobi senapan angin, tidaklah sah bila tidak pernah menginjak kaki di Cipacing. Setelah penelusuran cepat di internet maka saya menemukan larassenapanku.blogspot.com yang cukup menarik untuk dicoba. Sebelum laras ini diberikan lagi pada gunsmith untuk dicangkokan pada senapan saya, baiklah saya ulas dan catat sedikit tentang profil laras ini. Sebelum juga nantinya saya terlalu malas untuk membongkar lagi senapan saya bila akhirnya jadi (semoga).


Laras alur 12 pesanan saya. Asli buatan Cipacing.

Selasa, 29 Oktober 2013

Modifikasi: Ganti Laras Sharp Tiger Long Barrel

Kali ini saya mencoba menulis buat sahabat saya tentang perubahan yang dilakukannya pada senapan anginnya. Rupanya kondisi akurasi standar Sharp Tiger Long Barrel tidak cukup memuaskannya. Sehingga diputuskan mengganti laras bawaan dengan laras lain yang lebih tenar diharapkan dapat meningkatkan akurasinya. Dia juga berusaha menjadikan proyek penggantian laras ini sebagai proyek Do-It-Yourself (DIY). Walaupun dia belum berani merangkap sebagai penulis ataupun co-writer, tapi saya tidak keberatan mencatatnya dan melaporkannya bagi blog kami ini.



Pilihan laras kali ini jatuh pada laras STII atau ST2. Laras ini cukup populer di kalangan penembak tanah air dan memiliki basis fans yang cukup kuat. Hal inilah yang mendorong kami untuk memilih laras ini sekaligus membuktikan kehandalannya baik dalam proses pemasangan, kualitas barang  maupun akurasinya. Kami akan sangat berhati-hati dalam membuat catatan ini dan tidak mau bergegas membuat penilaian karena bagaimanapun hasil akhir produksi laras bisa sangat bervariasi. Satu produk mungkin tidak dapat mewakili atau menggambarkan pengalaman keseluruhan penggunanya.

Senin, 02 September 2013

Proyek Restorasi Sharp Ace Bagian 3-2: Membersihkan Laras (Barrel Polishing) - Hasil

Beberapa waktu lalu saya melakukan pemolesan laras karena permasalahan akurasi yang memburuk diduga akibat proses bronir yang tidak apik. Pada postingan kali ini saya akan melaporkan hasil pengujian dengan menggunakan berbagai mimis untuk melihat pengaruh pekerjaan saya terhadap peningkatan akurasi. Saya sengaja memisahkan bagian ini karena saya membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data. Dikarenakan kesibukan pekerjaan saya dan urusan rumah tangga, saya baru melaporkannya saat ini.
Sekedar mengingatkan kalau saya penembak pemula jadi banyak hal teknis mengenai menembak yang baru saya pelajari dan terapkan. Jangan harapkan hasil menembak yang bagus dari saya. Apalagi dengan faktor lingkungan yang tidak terkontrol seperti kecepatan angin, suhu, kelembapan, dan lain-lain. Semoga dengan banyaknya jumlah sampel, bisa memberi hasil akhir yang bisa dipercaya. Saya bukanlah peneliti bersertifikat dan bukan pula ahli statistik, jadi jangan percaya begitu saja dengan hasil kesimpulan data ini. Masalahnya pekerjaan ini mengenai jeroan laras yang buat kebanyakan penembak dianggap sakral.
Untuk informasi tambahan, restorasi tahap 3 ini sudah saya lakukan sebelum posting saya mengenai Having Fun @ Cirebon. Jadi mungkin saja pekerjaan ini yang membantu saya menghasilkan beberapa 1-shoot-scoring waktu itu.

Proyek Restorasi Sharp Ace Bagian 3-1: Membersihkan Laras (Barrel Polishing)

Setelah melakukan restorasi pada bagian powerplant dan finishing, kali ini saya akan mempublikasikan pekerjaan saya seputar restorasi laras. Seperti yang kita ketahui, laras suatu senapan adalah jiwa dari senapan itu. Nilai suatu senapan sangat dipengaruhi oleh kualitas laras senapannya. Banyak praktisi senapan berusaha mendapatkan laras terbaik yang bisa mereka peroleh untuk membuat senapan custom. Laras senapan lama yang sudah terkenal reputasinya masih sangat berharga dan menjadi komoditas langka di kalangan hobiis senapan. Tidak terkecuali laras senapan Sharp Ace keluaran awal dengan seri A 46xxxx yang konon katanya hanya dibuat di Jepang.
Mungkin saya cukup beruntung memiliki satu di antaranya. Alasannya untuk saat ini sebuah laras Sharp Ace seri A 46 dihargai cukup mahal. Bahkan pada suatu obrolan dengan gunsmith di sekitaran Sumedang, mereka berani membayar seharga 2,5 juta rupiah untuk sebuah laras senapan yang asli (Mid-2013). Itu berarti sedikit lebih mahal dari sebuah laras Lothar Walther baru. Dan saya yakin jika dijual kembali oleh gunsmith tadi, harganya bisa lebih mahal (whatever..). Namun masalahnya saya tidak merasa laras ini begitu istimewa pada saat itu. Inilah yang menggugah rasa penasaran saya tentang laras Sharp Ace dan menjadi latar belakang pekerjaan saya kali ini.