Tampilkan postingan dengan label powerplant. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label powerplant. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2015

Diana Mod. 25D: Bakal Anak Nanti - Bagian 4

Bagian 1 Membongkar, Menghaluskan dan Melumasi Ulang.
Bagian 2 Memasang Mainspring Baru.
Bagian 3 Mengganti Breech Seal.

Pada bagian sebelumnya saya telah kembali ke jalur yang diinginkan dalam usaha mencapai batas tak terlihat dari kecepatan senapan kecil ini. Mencapai 600 fps sepertinya menjadi atap yang tak terjangkau dalam usaha saya mencapai kecepatan senapan ini. Saatnya mengeluarkan amunisi terakhir saya dalam persediaan tuning kit yang saya siapkan. Pada posting kali ini saya akan memasang piston seal baru dari Vortek Product.

Diana Mod. 25D yang menjadi bahan pembahasan seri ini.


Kamis, 09 April 2015

Diana Mod. 25D: Bakal Anak Nanti - Bagian 3

Bagian 1 Membongkar, Menghaluskan dan Melumasi Ulang.
Bagian 2 Memasang Mainspring Baru.

Pada laporan sebelumnya saya telah melakukan ubahan besar pada senapan ini dengan memasang mainspring baru. Walaupun karakteristik senapan ini terasa lebih bertenaga karena lock time yang lebih singkat dan recoil yang lebih kuat, tampaknya pengukuran dengan chronograph tidak menunjukkan hasil yang sesuai. Alih-alih kecepatan senapan ini semakin berkurang.

Diana Mod. 25D yang menjadi obyek pekerjaan saya seri ini.

Saya sudah berencana untuk mengganti beberapa suku cadang senapan ini. Namun saya tidak ingin langsung menggantinya sekaligus untuk mengamati dan mempelajari karakter senapan ini setelah perubahan pada salah satu variabel saya kerjakan. Saya menginginkan setiap tahapan penggantian bagian senapan memberi kontribusi positif. Namun hasil negatif yang saya terima cukup mengejutkan dan menjadi pukulan bagi pembelajaran saya saat ini.

Rabu, 01 April 2015

Diana Mod. 25D: Bakal Anak Nanti - Bagian 2

Bagian 1 Membongkar, Menghaluskan, dan Melumasi Ulang

Pada artikel sebelumnya saya telah mendokumentasikan pekerjaan saya pada senapan angin Diana Mod. 25D kaliber 4.5 mm. Dalam catatan saya itu ditunjukkan bagaimana dengan menghaluskan bagian yang mengalami kontak logam terhadap logam (metal-to-metal) saja dan melumasi ulang senapan dengan materi tertentu dapat memperbaiki performa senapan ini.
Pada bagian seri ini saya akan mulai melakukan ubahan dengan menggunakan berbagai suku cadang khusus yang diperuntukkan untuk meningkatkan performa senapan angin berjenis spring piston.
Pada bagian 2 ini saya akan mengaplikasikan per custom yang diproduksi oleh Titan XS.
Pemilik senapan ini sebelumnya sudah cukup berbaik hati untuk mengganti per bawaan yang sudah uzur. Penggantian per memang bukan menggunakan suku cadang asli, namun dilihat dari material, keluaran kecepatan dan karakteristiknya rasanya sudah cukup untuk memenuhi spesifikasi senapan ini. Tidak ada vibrasi maupun twang yang dirasakan dengan penggunaan per tersebut. Namun karena tidak adanya data yang pasti mengenai kecepatan dan energi yang dihasilkan dari senapan ini, saya masih berkeinginan untuk mendongkrak kekuatan senapan ini. Rasanya kecepatan 600-an fps rendah menggunakan mimis ringan adalah target yang cukup realistis.

Diana Mod. 25D yang menjadi obyek pekerjaan saya seri ini.

Kamis, 19 Maret 2015

Diana Mod. 25D: Bakal Anak Nanti - Bagian 1

Seri artikel  ini disusun untuk mendokumentasikan pekerjaan saya pada senapan per Diana Mod. 25D produksi Jerman Barat pada tahun 1983.

Tentang Senapan Ini dan Diana
Senapan angin ini sejatinya adalah senapan yang dirancang bagi penembak pemula ataupun remaja. Dengan usaha mengokang yang minimal dan energi yang kecil, senapan ini sangat menyenangkan untuk digunakan karena tidak melelahkan dan menghasilkan recoil yang cukup nyaman. Akurasi laras Diana sangat memadai sehingga ada juga yang tergoda untuk menggunakan senapan ini dalam perlombaan senapan angin 10 meter. Dalam dunia berburu juga, khususnya di Indonesia yang tidak kaku memandang peruntukkan sebuah senapan angin, senapan ini mengumpulkan cerita keberhasilan dalam menjatuhkan berbagai burung pada masanya. Ringan dan minim perawatan membuat senapan ini mampu bersaing dengan senapan multi pump keluaran Jepang waktu itu. 
Senapan ini awalnya saya miliki untuk membina minat anak saya jikalau sudah cukup umur nantinya. Namun pada kenyataannya senapan ini sudah cukup sering saya gunakan untuk membinasakan tikus di rumah. Ringan, senyap, akurat, dan tanpa kerusakan sampingan (collateral damage) dari perabotan rumah.

Diana Mod. 25D milik saya yang sudah diganti visier belakangnya karena problem barrel droop yang berat.

Senin, 07 Oktober 2013

Reparasi: Plat "L ", Problem Misfilling dan Picu Spontan

Apakah senapan angin multi-pump/uklik anda tidak bisa menyimpan tekanan pada saat dipompa? Saat mencapai 8 kali pompa, senapan angin saya mendadak terpicu menembak sendiri. Setelah saya telaah, ternyata masalah timbul pada kerusakan pada bagian plat "L". Hal ini juga yang menyebabkan kesulitan mengisi udara pada tabung kompresi, dengan gejala senapan angin gembos saat dipompa pertama kali (misfilling, bahkan pada kasus saya bisa sampai 2-6 kali) sebelum akhirnya berhasil menyimpan udara dalam tabung kompresinya. Artinya ekstra kalori untuk porsi tembakan harian yang sama. Menyenangkan untuk latihan fisik, tapi menyebalkan saat harus berkompetisi dengan teman dan menguji materi studi saya.


Kamis, 15 Agustus 2013

Modifikasi Sharp Ace: Ganti Transfer Port

Untuk tulisan saat ini saya berusaha melaporkan proyek modifikasi minor yang saya kerjakan terhadap transfer port senapan Sharp Ace saya. Sebelumnya saya minta maaf karena pada saat proyek ini dikerjakan, saya tidak sempat mengambil gambar-gambar. Jadi banyak gambar yang saya copas dari laman sejawat.
Komponen transfer port pada senapan pneumatic intinya berfungsi untuk menyalurkan udara tekan yang dilepaskan pada saat picu ditekan. Udara tekan yang dilepaskan akan disalurkan oleh transfer port dari tabung kompresi menuju reciever dan pada akhirnya akan mendorong mimis sepanjang laras.

Gambar 1. Transfer Port Senapan Sharp Ace

Minggu, 04 Agustus 2013

Proyek Restorasi Sharp Ace Bagian 1: Ganti Per Senapan Pompa dengan Per Misumi

Sejatinya per (coil spring) Misumi diperuntukkan untuk keperluan industri khususnya bagi mesin-mesin moulding plastik. Namun di Indonesia khususnya di kalangan hobiis senapan angin, per ini sering dimanfaatkan untuk keperluan senapan PCP. Hal ini cukup masuk akal karena konsistensi, daya tahan, tingkat presisi produk per ini cukup bagus, ketersediaannya yang luas, serta mudah diperoleh (setidaknya buat yang tinggal di kota besar). Dan buat saya, sistem identifikasinya yang menggunakan bermacam-macam warna sangat mengundang buat dieksplorasi.
Saya memiliki sebuah senapan Sharp Ace tua seri laras A46xxxx. Ditebus dengan kondisi seken tentu saja banyak malfungsi yang sudah terjadi. Masalah serius awal yang saya alami adalah kebocoran pada saat pengisian angin ke tabung resevoir dan kemampuan tabung resevoir mempertahankan udara. Setelah saya coba usahakan dengan mengganti packing seal dan o-ring set yang katanya original, sepertinya masalah ini sejenak terselesaikan. Namun ternyata masalah baru timbul makin runyam karena problem pengisian sepertinya semakin parah. Setiap kali dipompa, jumlah pompaan tidak bisa melebihi 1x pompa. Bahkan saat dicoba pompa untuk yang kedua kali atau lebih, setang pengisi malah membal ke arah depan menandakan ada aliran balik dari tabung resevoir ke kolom pemampatan piston.