Tampilkan postingan dengan label kecepatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecepatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2015

Bukan Sekedar Mengenai Sasaran: Referat Pengantar Terminal Ballistic

Setelah cukup yakin memiliki kemampuan mengenai sasaran pada jarak tertentu, saya akhir-akhir ini mulai aktif mengikuti kegiatan berburu. Pada artikel sebelumnya saya bercerita bagaimana tingkat keberhasilan saya dalam berburu. Singkat cerita ternyata tidak begitu berhasil. Memiliki senapan bertenaga dan akurat, mampu mengeksekusi tembakan dan mengenai sasaran, namun tidak berhasil menjatuhkan sasaran. Apa yang salah dengan itu?
Saya pernah merangkumkan bahwa proyektil yang ditembakkan dari senapan kaliber 4.5 mm bisa jadi mematikan. Saat itu saya menekankan bagaimana kematian dapat terjadi pada manusia akibat efek penetrasi proyektil yang menyebabkan perdarahan maupun kerusakan organ langsung seperti kerusakan pada sistem syaraf pusat. Secara cepat maupun jangka panjang. Namun pada hewan kecil, yang menjadi sasaran perburuan saya, mekanisme terjadinya kematian seketika tidak hanya terjadi melalui mekanisme tersebut di atas. Dalam bidang balistik, kematian seketika banyak disumbangkan melalui efek kejutan hidrostatis (hydrostatic shock). Jadi apa sajakah sebenarnya yang menyebabkan kelumpuhan maupun kematian instan pada hewan buruan?

Hydrostatic Shock yang ditimbulkan sebuah proyektil yang melewati medium gelatin balistik.


Rabu, 08 Januari 2014

De Pyra Jupiter 27: Senapan Per Untuk Pemula - Bagian 2

Bagian 1 Tampilan luar senapan


Pada artikel sebelumnya saya telah memaparkan tampilan luar dari senapan ini. Pada artikel ini saya berusaha memberi catatan tentang penggunaan senapan ini.
De Pyra Jupiter 27 sendiri adalah suatu senapan yang terinspirasi dari senapan legendaris Diana 27. Senapan ini dibuat oleh PD Pipik Putra yang berbasis di Cikeruh, Jawa Barat. Secara umum bisa dikatakan jika senapan ini bukanlah jenis senapan yang dapat langsung dinikmati sejak awal (out of the box). Perlu beberapa penyesuaian untuk memunculkan karakter sesungguhnya dari senapan ini. Memang secara umum sebuah senapan baru memerlukan proses break in. Namun pengalaman saya menggunakan senapan ini dari mulanya hingga saat ini, di mana proses break in saya anggap telah terjadi, menimbulkan kesan yang jauh berbeda. Dalam artikel ini tidak akan saya bahas perbedaan awal dan akhir yang saya dapat. Saya akan fokus pada pencatatan pengalaman saya setelah melewati 300 kali tembakan saja.
Apakah senapan lokal ini hanya akan menjadi pajangan dengan tampilan luarnya yang indah? Dan apakah senapan ini sungguh-sungguh dapat berfungsi?

Senin, 21 Oktober 2013

Referat Balistik Bagian 2: Ballistic Range, Trajectory dan Aplikasinya.

Bagaimana sakit kepala anda setelah membaca artikel saya sebelumnya dalam seri referat balistik ini? Saya sendiri butuh banyak waktu untuk memulihkan diri dan merenung sebelum akhirnya cukup berani untuk memublikasikan artikel saya itu. Namun setelah semua sakit kepala itu, apa intinya dan tentunya apa manfaatnya buat saya? Apakah dengan mempelajari itu semua akan membuat saya menjadi penembak yang lebih baik? Itulah pertanyaan yang terbesar.

***

Pada Bagian 1 saya telah membahas gaya-gaya yang mempengaruhi kelajuan mimis dan keberadaan konsep Ballistic Coefficient (BC). Semua hal yang telah diulas sebelumnya akan bermuara pada perkiraan jarak/jangkauan balistik (ballistic range) dan lintasan terbang mimis (trajectory). Informasi BC mimis yang akurat akan memberikan perkiraan yang akurat atau setidaknya mendekati akurat dari kedua hal itu. Dalam menentukan ballistic range dan trajectory ini, saya akan menggunakan bantuan kalkulator balistik. Kalkulator balistik yang saya gunakan adalah ChairGun Pro yang banyak mendapat ulasan positif oleh para penggunanya.

Jumat, 27 September 2013

Sharp Tiger Long Barrel: Macan dari Raksasa Tanah Air

Bila kita mencermati bahasan di forum-forum senapan angin tanah air, kita akan menemukan banyak ulasan positif terhadap senapan angin Sharp Tiger. Sharp Tiger sendiri adalah varian dari Sharp Innova buatan pabrik Indonesia. Bersama dengan Sharp Innova, Sharp Phoenix dan Sharp Ace Deluxe senapan ini mendominasi pasar senapan angin di Indonesia. Sayangnya tidak banyak ulasan pengguna/independen yang dapat menjadi pertimbangan kita untuk mengenal dan mungkin menebus senapan angin ini. Pada posting kali ini saya akan mencoba memberi catatan tinjauan saya pada senapan angin Sharp Tiger. Senapan angin yang saya tinjau adalah senapan Sharp Tiger Long Barrel milik teman saya yang baru berusia 2 bulanan dan masih dalam kondisi standar.




Kamis, 19 September 2013

Bramasta Antariksa: Senapan Angin Pertama Saya

Ya, Senapan angin pertama saya. Diperlakukan seperti anak tiri setelah saya mendapatkan senapan angin serius saya yaitu Sharp Ace. Umur pakainya bisa dikatakan sangat singkat, hanya kira-kira 1 bulan. Sempat saya gunakan beberapa kali untuk mengusir (padahal niatan awalnya adalah membasmi) kelelawar di garasi rumah saya. Lalu terpaksa saya korbankan sebagai bahan percobaan untuk setiap usaha saya dalam merestorasi maupun memodifikasi  Sharp Ace.
Pada postingan ini saya akan mencoba membuat catatan pengalaman saya menggunakan senapan ini. Saya merasa terdorong untuk membuat ulasan melalui blog saya karena sangat sulit untuk mendapatkan referensi mengenai senapan ini. Bahkan produsen senapan ini pun tidak memberikan spesifikasi yang jelas mengenai senapan ini.



Selasa, 17 September 2013

Uji Mimis Lokal Bagian 3: Apakah Mimis Ini Aman bagi Laras?

Pada seri posting kali ini saya akan memaparkan hasil observasi saya mengenai uji deformasi mimis. Pada seri posting sebelumnya saya telah memaparkan:
Bagian 1: Harga, Dimensi dan Berat Mimis Buatan Indonesia
Bagian 2: Profil dan Kemasan Mimis Buatan Indonesia

Pada suatu hari saya hendak membeli mimis lokal. Waktu itu dengan meyakinkannya pemilik toko menyarankan saya jangan membeli merk X karena menurut dia bahan mimis merk tersebut keras sehingga tidak aman buat laras. Menurutnya semakin mengkilap suatu mimis, dapat dipastikan bahan mimis tersebut lebih keras dan berakibat buruk bagi laras. Dia menyarankan saya untuk memilih mimis yang lebih kusam karena diyakininya bahan pembuatnya lebih lunak. Setelah saya pelajari beberapa referensi, pernyataan pemilik toko itu cukup masuk akal. Namun masalahnya bagaimana saya yakin bahwa tingkat kekerasan tersebut tidak berdampak negatif terhadap alur laras senapan?

Senin, 09 September 2013

Chrono Test Sharp Ace: Menjawab Beberapa Pertanyaan Seputar Ubahan Saya

Setelah chronograph saya datang, sudah waktunya membuat evaluasi terhadap apa yang sudah saya kerjakan. Sejauh ini Sharp Ace lawas saya sudah melalui berbagai ubahan baik dalam tema restorasi maupun modifikasi. Untuk menyegarkan ingatan, saya telah melakukan ubahan pada senapan angin saya yaitu mengganti per dengan per Misumi, terpaksa mengganti transfer port karena kebodohan yang saya lakukan menyebabkan kebocoran pada bagian ini, dan melakukan pemolesan laras untuk mengatasi permasalahan akibat proses re-bluing. Baiklah, tanpa panjang lebar lagi, inilah laporan saya.

Menggunakan Prochrono Digital
Saya menggunakan ProChrono Digital yang diletakkan 20 cm dari mulut laras (muzzle). Saya mengumpulkan data pada pukul 11.00 siang dalam kondisi langit berawan. Sebelum melakukan pengumpulan data, saya pastikan dulu alat saya berfungsi dan kondisi senapan cukup hangat dengan melakukan 5 tembakan dengan mimis. Hasilnya ya, alat ini dapat bekerja (syukurnya).


Kamis, 29 Agustus 2013

Having Fun @ Cirebon Part 2: Plinking Under Pressure

Suatu hari sepupu saya yang aktif dalam kegiatan olah raga golf mencoba senapan angin saya. Setelah gagal mendapatkan group yang bagus dari tembakan-tembakannya, dia berkata: "Senapan angin ternyata seperti golf. Musuh utama kita bukanlah yang berada di sebelah kita. Musuh utama dalam golf adalah diri kita sendiri." Perkataan yang bermakna dari seorang yang tahu apa yang dia kerjakan. Saya percaya karena dia sudah beberapa kali memenangkan kompetisi regional dan nasional di cabang golf.
Kali ini saya mencoba membagikan pengalaman saya bersama sahabat saya dalam menembak target. Masih dalam rangka kunjungan saya ke Cirebon beberapa waktu kemarin. Selain mencoba Chrono Connect seperti postingan sebelumnya, saya juga melakukan permainan menembak target kecil dan berburu tikus (pest control). Postingan kali ini menyorot kegiatan menembak target kecil itu.

Minggu, 25 Agustus 2013

Having Fun @ Cirebon Part 1: Mencoba Software Chrono Connect Lite - Chronograph Gratisan Versi Android

Chronograph adalah suatu alat yang bermanfaat untuk mengukur kecepatan proyektil. Informasi utama yang bisa diperoleh dari intrumen ini kecepatan. Suatu chronograph, tergantung pemrogramannya, dapat mengolah data kecepatan dan menyajikannya dalam angka-angka statistik berupa kecepatan rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah, standar deviasi, dan bila kita memasukkan data berat/massa proyektil dapat dihitung pula energi yang dihasilkan oleh suatu tembakan.
Prinsip chronograph adalah menghitung waktu yang diperlukan untuk suatu proyektil melintas dari dua buah titik yang jaraknya sudah ditentukan sebelumnya. Sesuai perhitungan matematika dasar, maka kecepatan dapat diukur dengan membagi jarak dengan waktu tempuh. Chronograph klasik dan yang dapat dipercaya menggunakan sensor cahaya untuk mendeteksi perubahan cahaya saat proyektil melintas dari dua sensor tersebut . Karena sensor yang dipakai adalah sensor cahaya, dan yang diukur adalah perubahan intensitas cahaya, maka semua benda tidak tembus cahaya/opak yang melintasi kedua sensor dapat diukur kecepatannya.
Pada postingan kali ini saya mencoba bermain-main dengan sahabat saya dengan sebuah program di smartphone Android. Daripada kesal dengan urusan chronograph pesanan yang tak kunjung beres, lebih baik berandai-andai dengan chronograph gratisan ala Google Play.

Gambar 1. Chrono Connect on-action di Samsung Galaxy Note II. Maaf dengan blitz-nya.