Tampilkan postingan dengan label alat bidik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat bidik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2014

Referat: MOA, Mil, dan Mil Dot pada Rifle Scope. Apa Kegunaannya?

Rifle scope tidak dapat dipungkiri adalah alat bidik terpopuler saat ini untuk mendampingi keberadaan senapan. Dalam kodratnya untuk mempermudah dalam menembak maupun sekedar mempercantik tampilan senapan, ada baiknya saya mengenal lebih baik lagi fitur dari suatu rifle scope. Salah satu yang membuat kebanyakan dahi berkerut saat mengamati rifle scope adalah angka-angka di balik knob pengaturan suatu rifle scope.
Kebanyakan dari penembak pemula seperti saya akan segera melewati bagian yang rumit ini dan segera mencari jarak ternyaman untuk menempatkan lubang mimis tepat di bagian tengah cross hair. Asumsinya dalam penggunaan di lapangan tidak ada yang terlalu peduli bagaimana dan di mana suatu mimis akan mendarat nantinya. Karena jarak yang dipergunakan dalam perburuan terlalu dekat untuk variasi jatuhnya mimis dan ukuran sasaran terlalu besar. Matematika rasanya tidak terlalu bermanfaat di dunia nyata.
Namun berbeda adanya jika seorang penembak ikut serta dalam suatu kompetisi menembak dengan jarak yang sudah ditentukan seperti kompetisi metal silhouette. Tidak ada salahnya jika saya belajar sedikit sebelum nantinya ada kesempatan untuk memraktikannya.


Sebuah rifle scope dengan mil dot reticle.

Kamis, 07 Agustus 2014

Apakah Rifle Scope Saya Akurat?

Tidak terasa sudah 1 tahun blog ini bergulir. Telah banyak pengetahuan saya dapatkan dari dunia yang dahulu asing bagi saya dan rasanya akan terus bertambah walaupun akhir-akhir ini dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Bagaimanapun senapan angin telah mengisi hidup saya dengan keasyikan dan pertemanan baru. Terus mencatat dan membagikan apa yang saya miliki adalah harapan dan komitmen saya.

Pada posting kali ini saya ingin memraktikan apa yang saya dapati mengenai topik alat bidik. Dalam posting kali ini saya akan mencakup hal-hal di bawah ini:
- BSA Essential AR27X32 Air Rifle Scope
- Mengetahui akurasi rifle scope


BSA AR27X32 Air Rifle Scope yang asli.


Selasa, 21 Januari 2014

De Pyra Jupiter 27: Senapan Per Untuk Pemula - Bagian 4

Bagian 1 Tampilan luar senapan
Bagian 2 Siklus menembak dan kecepatan
Bagian 3 Akurasi jarak dekat


Pada artikel ini saya akan mencoba kemampuan senapan ini pada jarak yang lebih jauh dan pada kondisi lingkungan luar ruangan. Senapan De Pyra Jupiter 27 adalah senapan angin jenis per yang diproduksi oleh PD Pipik Putra, Cikeruh - Sumedang. Senapan ini didesain berdasarkan intepretasi mereka atas senapan legendaris Diana model 27 yang sempat lama diproduksi dan populer hingga ke Indonesia.
Senapan ini sendiri memiliki tampilan klasik yang menarik. Siklus menembak senapan ini terbilang bersahabat namun memiliki kecepatan yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan senapan Diana model 27 yang ditirunya. Akurasi senapan ini pada jarak 10 meter terbilang cukup baik namun harus diimbangi dengan teknik menembak yang prima.

Jumat, 17 Januari 2014

Referat Marksmanship Bagian 2: Cara Membidik (Aiming) dan Parallax

Bagian 1 Cara Memegang Senapan (Steady Hold)
Artikel Terkait Menembak dengan Visier (Iron Sight)

Pada artikel ini saya akan melanjutkan catatan saya mengenai topik marksmanship. Setelah mengenal cara memegang senapan dengan baik, langkah berikutnya dalam praktek dasar menembak tepat adalah membidik. Bagi para penembak, kegiatan membidik adalah suatu hal yang otomatis dikerjakan. Apalagi pada masa sekarang saat pilihan alat bidik berbasis lensa sangat melimpah dan tersedia murah. Rasanya tidak ada kesulitan berarti bagi penembak pemula sekalipun untuk melakukan proses membidik dengan mudah dan tetap menghasilkan grouping yang rapat. Begitu pula saya. Sampai saya memiliki beberapa jenis senapan dan menemukan bahwa beberapa di antaranya cukup sulit untuk dikuasai.
Dalam proses membidik, penembak berusaha meluruskan pandangan matanya terhadap alat bidik dan sasaran yang dilihatnya (rifle-sight alignment). Dalam pernyataan yang saya kutip ini terkandung berbagai komponen yang terlibat yaitu mata, alat bidik dan sasaran. Proses membidik ini akan sulit dikuasai tanpa menguasai dasar lainnya yaitu pegangan senapan.

Ilustrasi kelurusan penglihatan terhadap visier dan sasaran.

Untuk mengetahui kesulitan yang bisa timbul dalam usaha membidik, tentunya saya harus memulai untuk mengetahui karakteristik masing-masing komponen yang terlibat. Pada artikel terkait sebelumnya, saya telah menyinggung mengenai komponen alat bidik. Dalam artikel ini saya akan coba menggali lebih dalam tentang komponen mata.
Sebagian besar artikel ini saya ambil sebagai tulang punggung artikel saya dengan ungkapan terima kasih yang tak terhingga untuk para kontributor dari http://www.usashooting.org/ Silahkan untuk mempelajarinya sendiri untuk pengalaman dan masukan yang lebih lengkap.

Jumat, 06 Desember 2013

Referat: Canting dan Scope Level

Pernahkah anda memperhatikan posisi senapan anda saat anda menembak? Maksud saya adalah bagaimana kemiringan senapan kita, pada sudut berapa popor kita berada dari sumbu laras atau titik tengah crosshair? Tentu biasanya kita menembak atau menempatkan senapan pada posisi popor di pukul 06. Namun apakah selalu begitu? Apakah kita yakin posisi kita menempatkan popor selalu berada di pukul 06? Lalu, apa masalahnya dengan tidak menempatkan senapan pada posisi yang sama? Apakah akan menjadikan akurasi tembakan kita terganggu?
Pada artikel ini saya mencoba merangkum pembelajaran saya tentang perbedaan posisi kemiringan senapan pada sumbu laras dan pengaruhnya terhadap akurasi. Hal ini menarik perhatian saya sejak dulu dan baru saja saya temui jawabannya akhir-akhir ini. Isu ini didapatkan pada pengguna senapan yang berjenis single shot dan biasa menembak pada jarak yang sangat jauh. Sebelum saya lupa dengan apa yang saya pelajari, baiklah saya masukkan ke dalam catatan pembelajaran saya.


Pegangan senapan yang disengaja mengalami miring ekstrim terhadap sumbu laras. Diambil dari http://www.thefirearmblog.com/blog/2011/03/31/surefire-rapid-transition-sights-dd-rts-set/
Perhatian! Artikel terdiri dari banyak ilustrasi. Tampilan mungkin akan terganggu pada koneksi internet yang buruk.

Minggu, 01 Desember 2013

Referat: Memasang Telescope/Riflescope dan Permasalahannya

Artikel ini adalah catatan saya yang berisi tentang cara pemasangan rifle scope yang saya anut sampai saat ini. Pada awalnya saya hanya ingin mencatat cara saya memasang rifle scope. Namun saat saya menyusun artikel ini dan belajar kembali dari berbagai sumber, ternyata perkara sepele yang biasa saya lakukan telah berubah menjadi topik yang panjang dan kaya. Catatan ini akhirnya dibuat sebagai memoir saya dari pembelajaran saya mengenai pemasangan rifle scope sehingga bila dalam perkembangannya terdapat cara lain yang lebih baik, cara ini dapat saya koreksi di lain waktu.
Walaupun biasanya mudah, tampaknya memasang rifle scope sendiri bisa menjadi urusan yang rumit jika semakin didalami. Jadi suatu hal bisa dibuat sederhana ataupun rumit tergantung ketertarikan seseorang. Bagi saya, semakin mempelajari urusan yang satu ini, maka semakin banyak potensi permasalahan yang bisa timbul.

Rifle scope dan bagian-bagian luarnya. Diambil dari: http://www.airrifle.co.za/threads/4758-How-to-Choose-a-Scope-(RifleScope)

Sebelum membuka artikel ini perlu saya peringatkan bahwa artikel ini memiliki banyak ilustrasi atau gambar yang akan berpengaruh pada internet berbasis kuota dan mungkin sulit terlihat pada kualitas jaringan internet yang buruk.

Jumat, 22 November 2013

Rifle Scope Untuk Senapan Per: Unboxing Hawke Sport HD 3-9X40 AO Mil Dot Reticle

Bagaimana saat ini di jaman modern ini suatu senapan dan potensi terpendamnya dapat dieksploitasi tanpa mengujinya dengan akurasi jarak jauh? Dan bagaimana jarak yang begitu jauh dan sasaran yang begitu kecil dapat terlihat oleh mata telanjang? Untuk senapan angin dengan akurasi yang diklaim baik pada jarak jauh mutlak diuji dengan menggunakan rifle scope.
Setelah berusaha mencari pasangan yang tepat bagi senapan angin per saya, akhirnya saya menemukan pilihan yang saya pikir tepat. Sebuah rifle scope keluaran Hawke Sport Optic dengan model HK3022. Scope dengan nama lain dan spesifikasi Hawke Sport HD 3-9X40 AO Mil Dot Reticle. Mau tidak mau saya harus menebus rifle scope ini karena pertimbangan keamanan scope KW saya. Ya walaupun KW, saya tidak akan menggunakannya di senapan springer saya. Bagaimanapun saya tidak akan mengorbankan scope saya pada keganasan hentakan senapan springer karena saya sungguh menyukai scope KW saya.


Kamis, 14 November 2013

Referat: Menembak dengan Visier (Iron Sight)


Setelah berhasil mendapatkan grouping di bawah 10 mm pada jarak 20-30 meter menggunakan Sharp Ace saya, saya mulai kehilangan tantangan dalam menembak target. Okelah, saya sudah bisa secara konsisten menembak secara akurat dengan menggunakan rifle scope. Tapi mau ke mana visi menembak saya? Saya hanya baru menembak dengan cara termudah. Hanya duduk, menyandarkan senapan saya, mengintip rifle scope dan menekan picu setenang mungkin. Crosshair dan pemandangan ekstra besarlah yang terutama membantu saya. Bagaimana posisi saya di hirarki dunia menembak target? Hanya berada di tingkat terendah.
Sampai senapan saya yang kedua (ketiga tepatnya) datang. Springer yang membuat saya ngeri untuk menempatkan rifle scope murahan saya. Ngeri karena hentakan recoil-nya yang katanya bisa merontokkan dalaman rifle scope yang tidak didesain memenuhi grade recoil. Kekhawatiran bahwa minimal saya tidak akan mendapatkan titik acuan yang tepat kerena titik zero yang berubah-ubah akibat kocokan pada scope ini.
Setelah saya melihat melihat visier belakang HW 77 saya, timbul ketertarikan saya untuk menggunakan visier ini. Bagaimana perancang senapan ini meluangkan perhatiannya untuk merancang visier yang begitu kokoh dan memberi banyak pilihan notch. Lalu saya kembali membuka tool box saya dan melihat bagaimana visier bawaan Sharp Ace saya masih rapi tak tersentuh namun berkarat sejak pertama kali saya menebus senapan ini. Visier belakang yang berupa lubang (peep sight). Ternyata saya telah memiliki banyak pilihan untuk mengeksplorasi dunia menembak dengan visier. Kenapa tidak saya coba? Bukannya penembak terbaik tingkat olimpiade bahkan tidak memerlukan lensa di antara mata dan sasarannya. Kembali teringat komentar mertua saya saat saya sedang berlatih "Wah, Kalau pakai tele sih gak ada tantangannya." Seruan yang dulu saya anggap lalu karena merasa penembak jaman dulu tidak mengenal riflle scope dan hanya bisa bersikap sinis.
Baiklah, mungkin saya terlalu cepat melangkah di dunia menembak dan kehilangan dasar-dasar terpentingnya. Bagaimana cara penembak mula-mula menembak tanpa rifle scope dan menciptakan sejarah. Bahkan cara yang sama masih terpelihara sampai sekarang sehingga tidak ada cabang olah raga menembak resmi (kecuali field target) yang mengijinkan menggunakan rifle scope. Mundur dan kembali belajar dari dasar adalah tantangan saya berikutnya. Dan bahkan sementara ini saya tidak perlu khawatir untuk menebus rifle scope baru untuk senapan HW 77 saya.

Visier belakang Weihrauch HW 77 tipe blade sight dengan berbagai pilihan notch.

Senin, 21 Oktober 2013

Referat Balistik Bagian 2: Ballistic Range, Trajectory dan Aplikasinya.

Bagaimana sakit kepala anda setelah membaca artikel saya sebelumnya dalam seri referat balistik ini? Saya sendiri butuh banyak waktu untuk memulihkan diri dan merenung sebelum akhirnya cukup berani untuk memublikasikan artikel saya itu. Namun setelah semua sakit kepala itu, apa intinya dan tentunya apa manfaatnya buat saya? Apakah dengan mempelajari itu semua akan membuat saya menjadi penembak yang lebih baik? Itulah pertanyaan yang terbesar.

***

Pada Bagian 1 saya telah membahas gaya-gaya yang mempengaruhi kelajuan mimis dan keberadaan konsep Ballistic Coefficient (BC). Semua hal yang telah diulas sebelumnya akan bermuara pada perkiraan jarak/jangkauan balistik (ballistic range) dan lintasan terbang mimis (trajectory). Informasi BC mimis yang akurat akan memberikan perkiraan yang akurat atau setidaknya mendekati akurat dari kedua hal itu. Dalam menentukan ballistic range dan trajectory ini, saya akan menggunakan bantuan kalkulator balistik. Kalkulator balistik yang saya gunakan adalah ChairGun Pro yang banyak mendapat ulasan positif oleh para penggunanya.