Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2016

Menciptakan Komunitas Senapan Angin

Selamat tahun baru bagi kita semua. Tidak terasa sudah lama sejak posting terakhir saya unggah ke blog saya. Lama sudah saya berhenti menilik blog saya karena saya membutuhkan waktu untuk mengerjakan beberapa hal yang menjadi prioritas.
Pada tahun yang baru ini saya berharap perkembangan dunia senapan angin di Indonesia semakin menggembirakan. Walaupun pada awal tahun ini ibu kota diguncang teror bom yang cukup merisaukan bagi bangsa ini. Dan bagi pemilik senapan angin seperti kita semua pastinya memiliki kesan tersendiri karena aktifitas hobi kita otomatis terkendala akibat peningkatan kewaspadaan nasional akhir-akhir ini.
Pada posting saat ini saya berkesempatan bercerita mengenai kegiatan saya di awal tahun yang sempat terpengaruh juga dengan aktifitas teroris di ibu kota pertengahan Januari kemarin.


Rabu, 15 April 2015

Having Fun @ Home: Menebar Virus Senapan Angin

Lama juga tidak menulis pengalaman yang murni sebagai sebuah cerita. Bukannya perkara teknik dan pembelajaran. Pada hari ini ada sebuah kisah yang berkesan buat saya, sehingga rasanya patut juga dicatat dalam blog saya ini.

Transfer minat dan ilmu dari seorang penembak senapan angin pada seorang awam.

Pada siang hari ini rencananya seorang kawan hendak bertamu ke rumah. Kawan ini berasal dari sisi lain di Kota Bandung dan ingin bersua lagi dengan kawan saya dari Kabupaten Bandung Barat. Pertemuan awal tampaknya cukup berkesan namun berlangsung singkat tanpa bumbu menembak bersama, sehingga pertemuan selanjutnya sangat dinantikan. Sebagai fasilitator, pintu rumah saya buka lebar-lebar bagi sejawat sehobi. Dengan agenda utama "happy trigger" dan agenda penyerta bakar daging (namun bukan hasil buruan), kami menantikan kehadiran sang kawan. Namun ternyata sang kawan tidak bisa hadir karena khawatir dengan situasi keamanan kota Bandung yang akhir-akhir ini ramai razia Kepolisian dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi peringatan Konfrensi Asia-Afrika ke-60. Terlanjur menyediakan makan siang yang berlimpah, akhirnya daftar undangan saya tambahkan dengan kawan-kawan dari komunitas lain yang tidak pernah bersentuhan dengan senapan angin sebelumnya. Hitung-hitung mempererat tali silaturahim dari berbagai kawan dalam satu kesempatan.

Rabu, 02 Juli 2014

Pancanaka Mencoba Berburu: Sebuah Catatan Kegagalan

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang pembaca sekalian. Semoga ibadah pembaca budiman sekalian diiringi kelancaran dan mendapatkan pahala yang setimpal.
Pada posting kali ini saya mencatatkan pengalaman saya yang sangat berkesan. Sangat berkesan karena segala suatu yang pertama kali dikerjakan pasti sangat diingat. Terutama karena pada saat ini akhirnya saya berkesempatan bergabung dengan kelompok yang biasa berburu dengan senapan angin. Setelah lama membekali diri dengan berbagai senapan dan ilmunya, rasanya tidak lengkap tanpa memraktekannya dengan terjun langsung.
Pada artikel ini saya hanya bercerita dan berusaha mengambil pelajaran yang sedikit terjaring dari begitu banyak jejalan pengalaman pada perjalan berburu perdana saya. Tidak banyak hal teknis yang bisa saya sarikan. Pada artikel ini tercantum beberapa isu sensitif yang mungkin tidak semua pembaca setujui. Kearifan dari pembaca yang sensitif terhadap tema perburuan sendiri yang akan mencegah anda untuk tidak melanjutkan membaca artikel kali ini.

Grup RAMPING dari Kabupaten Bandung Barat dengan Mang Ali (bertopi, kedua dari kanan, menggunakan Sharp Innova 2 negara tanpa rifle scope).
Lama saya berusaha untuk mencari tahu sensasi dari kegiatan dasar umat manusia yang paling tua dicatat ini. Bersama-sama dengan kegiatan mengumpulkan makanan, kegiatan berburu secara berkelompok adalah kegiatan dan keahlian yang paling dasar dari sejarah perkembangan peradaban manusia. Keahlian yang sudah banyak dilupakan oleh manusia modern karena berkembangnya kecakapan manusia lainnya di bidang pertanian dan perdagangan. Sehingga keahlian lain seperti keahlian menamai suatu penyakit tampak lebih dihargai daripada mencari tahu di mana suatu hewan yang dapat dimakan biasa bertengger. Atau keahlian menghapalkan PIN kartu debit lebih diutamakan untuk mencukupi kebutuhan makanan kita selama sebulan dibandingkan harus menghapalkan kapan waktunya suatu satwa berkeliaran.

Kamis, 02 Januari 2014

Referat: Karakteristik Senapan Per

Selamat Tahun Baru 2014. Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik bagi kita semua dan baik pula bagi perkembangan hobi yang kita cintai bersama ini.
***
Di Indonesia, senapan angin yang populer adalah senapan yang ditenagai oleh prinsip pneumatik. Senapan-senapan pneumatik ini bekerja dengan prinsip pelepasan tenaga udara yang dimampatkan. Baik senapan pompa, gejluk dan PCP semua bekerja dengan prinsip yang sama.
Sangat sulit untuk menemukan senapan per (sping piston) di Indonesia khususnya yang diproduksi di dalam negeri. Bahkan lebih sulit lagi untuk menemukan referensi yang dapat bercerita banyak mengenai senapan berjenis yang satu ini. Cara paling mudah untuk mempelajarinya bagi saya adalah, miliki satu senapan jenis ini lalu mempraktekan apa yang saya baca. Dengan demikian, pengalaman dalam menggunakan senapan jenis inilah yang akan menjadi guru saya. Tentunya dengan membandingkan dengan berbagai referensi dari berbagai sumber di dalam maupun di luar negeri.
Dalam artikel kali ini saya masukkan catatan saya yang saya rangkumkan dari pembelajaran saya mengenai karakteristik senapan per.

Senapan fixed barrel dan senapan break barrel yang saya miliki.

Selasa, 03 Desember 2013

Having Fun @ Cirebon Part 3: Benchrest Shooting

Pada kunjungan kali ini terasa agak istimewa karena saya membawa senapan baru saya yang telah dipasang scope dan sahabat saya juga telah menyelesaikan penggantian larasnya. Namun ternyata banyak permasalahan melanda pekerjaan sampingan kami masing-masing sehingga tidak banyak aktifitas hobi kami ini yang bisa dieksploitasi. Terutama sahabat saya, di tengah permasalahan usaha sampingannya maka beberapa proyek senapan angin belum berhasil diwujudkan. Bahkan laras barunya tidak pula tersentuh untuk proses break in. Turut prihatin ya, Bro.
Namun esensi hobi dan silaturahmi adalah untuk memberi hiburan dan kesenangan dalam rutinitas. Maka dalam kunjungan kami kali ini menembak tetap dapat memberikan keasyikan tersendiri. Mencoba senapan baru dan scope baru bagi sahabat saya dan mencoba laras baru bagi saya. Dan untuk mengisi kegiatan kami kali ini selain mencoba menembak menggunakan senapan yang asing bagi kami, kami isi juga dengan menembak target. Dan seperti  biasa, benchrest shooting adalah kegiatan favorit kami. Sedikit teknik dan stamina tapi banyak waktu untuk mengobrol.

Bench rest
Suasana kompetisi menembak benchrest pada Pangdam Jaya Cup 2013. Wah, PCP semua. Diambil dari: http://gadeblazz.com/2013/02/14/hw77-is-no-match-for-this/

Jumat, 04 Oktober 2013

Referat: Senapan Angin Kaliber 4.5 mm Itu Mematikan

Sebagai silent reader di berbagai forum senapan angin, saya sering tergelitik dengan pertanyaan yang bertema kemampuan membunuh sebuah senapan angin. Entah maksud pertanyaan tersebut sebagai concern atas masalah keselamatan (safety) atau memang ada niatan tidak baik tertentu. Tapi apapun itu sepertinya jiwa dokter dan ilmuwan saya harus urun pendapat mengenai hal tersebut.

Poster Kampanye Keselamatan Penggunaan Replika Senapan dan Senapan Angin di Kepolisian South Wales. Diambil dari: http://www.south-wales.police.uk/news/police-campaign-warns-of-air-guns-imitation-guns/